SUBANGPOST.COM – PT Pertamina (Persero) membekali puluhan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaannya untuk menghadapi temu bisnis (business matching) dengan calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.
Pembekalan dilakukan melalui webinar bertema Kiat Memenangkan Pembeli dalam Lima Menit yang digelar pada Jumat (18/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan UMK sebelum mengikuti business matching dalam program Pertamina SMEXPO yang akan berlangsung pada Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Pelatihan menghadirkan Puteri Indonesia Pendidikan 2009 sekaligus praktisi komunikasi, Zukhriatul Hafizah (Fiza). Peserta mendapat materi tentang cara membangun kesan pertama, teknik komunikasi profesional, serta strategi mempresentasikan produk secara efektif kepada calon pembeli.
Fiza mengatakan keberhasilan pertemuan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk. Kemampuan pelaku usaha membangun kepercayaan melalui komunikasi juga menjadi faktor penting.
“Penampilan yang rapi, bahasa tubuh, kontak mata, cara berbicara, serta kemampuan mendengarkan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan,” ujar Fiza.
Fiza menilai pelaku UMK tidak hanya dituntut memiliki produk berkualitas, tetapi juga harus mampu menunjukkan kompetensi diri serta memahami kebutuhan calon pembeli.
Selain komunikasi tatap muka, Fiza mengingatkan pentingnya menjaga etika saat berkomunikasi di ruang digital. Menurutnya, pelaku UMK harus menyampaikan informasi produk secara jujur, menjaga profesionalisme, menghormati privasi klien, serta membangun citra usaha yang baik di media sosial.
Manager SMEPP PT Pertamina (Persero), Fety, mengatakan pembekalan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pertamina meningkatkan kesiapan UMK sebelum bertemu calon mitra bisnis.
“Kami berharap pembekalan ini membuka peluang kerja sama dan mendorong perkembangan usaha UMK, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” kata Fety.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pendampingan UMK dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui akses pasar, tetapi juga dengan meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu menghadapi kebutuhan pasar yang semakin kompetitif.
“Pertamina terus mendorong UMK untuk meningkatkan kualitas produk, standardisasi, pengelolaan merek, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan mempresentasikan dan memasarkan produknya, baik secara langsung maupun melalui kanal digital,” terang Baron.
Menurut Baron, kesiapan tersebut penting agar UMK tidak hanya mampu mengikuti pameran, tetapi juga dapat memanfaatkan setiap pertemuan bisnis menjadi peluang kerja sama dan membuka pasar yang lebih luas.
“Pertamina berharap UMK binaan dapat memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperkuat pengelolaan usaha, meningkatkan kualitas dan kapabilitas, membangun jejaring, serta memperluas akses pasar hingga ke tingkat nasional dan internasional,” tambah Baron.
Pendampingan tersebut diharapkan mendorong UMK tumbuh menjadi usaha yang tangguh, mandiri, kreatif, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.
Program tersebut selaras dengan Asta Cita melalui penguatan kewirausahaan dan pengembangan usaha lokal yang tangguh, berdaya saing, serta mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.










