SUBANGPOST.COM — Petani di Desa Citrajaya, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, menyambut gembira musim panen kedua padi varietas ketan Grendel tahun 2026.
Dari total 450 hektare area persawahan di desa tersebut, sekitar 430 hektare didominasi oleh tanaman ketan Grendel, sedangkan 20 hektare sisanya ditanami varietas Inpari 32.
Harga gabah kering panen (GKP) ketan Grendel di tingkat petani terpantau stabil di kisaran Rp10.000 hingga Rp10.200 per kilogram sejak pertengahan Oktober hingga awal November 2026.
Salah seorang petani setempat, Arda, mengungkapkan bahwa hasil produksi pada musim tanam kedua ini tergolong memuaskan, yakni mencapai 7 hingga 7,5 ton per hektare.
”Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian panen dan kestabilan harga pada tahun 2026 ini, baik pada musim tanam pertama di bulan April maupun musim kedua di bulan November,” ujar Arda, Minggu (8/11/2026).
Arda menjelaskan, kestabilan harga menjadi tumpuan utama petani dalam mempertahankan komoditas unggulan daerah yang telah dibudidayakan secara turun-temurun sejak era Presiden Soeharto tersebut.
”Harga gabah ketan Grendel masih cukup stabil. Hal ini menjadi harapan utama kami untuk terus bertahan sekaligus meningkatkan taraf hidup,” tambahnya.
Dengan luas lahan mencapai ratusan hektare serta tingkat produktivitas yang tinggi, Desa Citrajaya diharapkan dapat terus konsisten menjadi sentra penopang utama ketersediaan beras ketan putih berkualitas di Kabupaten Subang.
Tarpin Arifin Kada







