spot_imgspot_img
Rabu, November 4, 2026
spot_img
spot_img
Memuat berita terbaru...

Berita Video

Top News

Nasional

Pendampingan Penyuluh dan Teknologi Pertanian Dorong Produktivitas Lahan Tadah Hujan di Pagaden

SUBANGPOST.COM – Penguatan pendampingan penyuluh pertanian dan pemanfaatan teknologi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian petani serta menjaga produktivitas lahan tadah hujan di Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang.

Koordinator Penyuluh Pertanian (KPP) Kecamatan Pagaden, Yadi Suryadi, mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tadah hujan agar tetap produktif meski menghadapi keterbatasan air, terutama saat musim kemarau.

“Ini dilakukan untuk mendorong optimalisasi lahan tadah hujan agar tetap produktif meski menghadapi keterbatasan air, khususnya saat musim kemarau,” kata Yadi saat ditemui di kantornya, Rabu (4/11/2026).

Petani Pagaden memanfaatkan lahan tadah hujan untuk budidaya hortikultura dengan dukungan penyuluh dan sarana air. Foto: Tarpin Arifin Kada/SubangPost.com.

Menurut Yadi, pendampingan yang dilakukan penyuluh pertanian lapangan (PPL) bersama kelompok tani mencakup pengaturan pola tanam, penerapan teknologi pertanian, serta pengelolaan sumber air alternatif.

Ia menjelaskan, salah satu indikator keberhasilan pengelolaan lahan tadah hujan terlihat dari peningkatan Indeks Pertanaman (IP) petani.

Lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun secara bertahap diarahkan menjadi dua kali tanam melalui strategi pengelolaan air dan waktu tanam yang tepat.

“Upaya yang kami lakukan adalah membimbing petani meningkatkan frekuensi tanam, misalnya dari IP 100 atau satu kali tanam setahun menjadi IP 200 atau dua kali tanam melalui manajemen waktu tanam yang presisi,” ujar Yadi.

Ia menyebutkan, keterbatasan air menjadi tantangan utama bagi petani di lahan tadah hujan. Karena itu, penyuluh mendorong pemanfaatan sumber air alternatif, seperti sumur pantek, embung swadaya, dan pompanisasi untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian.

Selain pengelolaan air, petani juga didorong menggunakan benih unggul yang memiliki toleransi terhadap kekeringan serta menerapkan pemupukan berimbang guna mempertahankan produktivitas tanaman.

- Advertisement -
Advertisement

“Keberhasilan peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga sinergi antara penyuluh, pemerintah, dan kelompok tani dalam menerapkan inovasi sesuai kondisi wilayah,” katanya.

Dampak pendampingan tersebut mulai dirasakan petani di Desa Gembor dan Desa Gunung Sembung, Kecamatan Pagaden.

Petani yang sebelumnya kesulitan bercocok tanam saat musim kemarau kini mulai mampu membudidayakan tanaman hortikultura seperti kacang panjang, mentimun, dan kangkung dengan dukungan sarana air.

Baca Juga

- Advertisement -

Asep, petani Desa Gembor, mengatakan dukungan penyuluh dan bantuan sarana air memberikan peluang bagi petani lahan tadah hujan untuk tetap berproduksi sepanjang musim.

“Biasanya saat musim kemarau kami tidak bisa bercocok tanam. Sekarang bisa berkat arahan penyuluh serta bantuan sumur dan pompa dari pemerintah. Tanaman sayuran berhasil sampai panen dan hasilnya, terutama kacang panjang dan mentimun, jauh lebih baik dibandingkan musim penghujan,” ujar Asep.

Tarpin Arifin Kada

Baca Juga
Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis dari sumber yang terpercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi subangpost.com dan dapat mengalami pembaruan dan klarifikasi dari pihak terkait.
👍 Like 💬 Komentar 🔗 Bagikan
spot_img
Memuat kurs...

Baca Juga

Artikel Lainnya

Subang Update

Peristiwa

KRIMINAL

^
✕
Download Aplikasi GoKar
Transportasi Online Asli Karawang
INSTALL
X