SUBANGPOST.COM – Petani di Desa Neglasari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, menyambut gembira bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM) dari Kementerian Pertanian RI.
Program tersebut dinilai mampu mengatasi keterbatasan air di lahan sawah tadah hujan, terutama saat musim kemarau.
Kepala UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Pagaden, Zaenal Mustofa, mengatakan bantuan IRPOM merupakan program Kementerian Pertanian yang bertujuan meningkatkan ketersediaan air irigasi, khususnya di areal sawah tadah hujan.
“Sekitar 99 persen lahan sawah di Kecamatan Pagaden merupakan sawah tadah hujan. Karena itu, program IRPOM sangat tepat untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Pagaden,” kata Zaenal Mustopa kepada SubangPost.com, Selasa (3/11/2026).

Menurut Zaenal, program tersebut juga bertujuan menyediakan akses air yang lebih mudah dan cepat bagi lahan pertanian untuk mengantisipasi dampak kekeringan.
“Bantuan ini (IRPOM) mendukung program Perluasan Areal Tanam (PAT), serta meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan irigasi dan pompanisasi akan membantu memperlancar pengairan sawah sehingga produktivitas dan hasil panen petani dapat meningkat.
“Kami berharap pemerintah pusat dapat kembali menyalurkan bantuan serupa karena masih banyak areal sawah tadah hujan yang membutuhkan dukungan,” ujarnya.
Pantauan SubangPost.com di areal persawahan Blok Karsinem, Desa Neglasari, menunjukkan rumah pompa yang telah dibangun mulai dimanfaatkan petani untuk mengairi lahan sawah.
Salah seorang petani, Kasdi, mengaku bantuan tersebut telah lama dinantikan karena sebagian besar lahan pertanian di wilayahnya bergantung pada curah hujan.
“Dulu kami sangat berharap ada bantuan seperti ini. Lahan kami merupakan sawah tadah hujan sehingga saat musim tanam kedua atau musim kemarau sering mengalami kesulitan air. Alhamdulillah sekarang sudah dibangun rumah pompa yang sangat membantu pengairan sawah kami,” katanya.
Tarpin Arifin Kada









