SUBANGPOST.COM – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyoroti perilaku Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Moreno Soeprapto, yang terekam kamera melakukan panggilan video sambil menjulurkan lidah saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI.
Melalui akun X miliknya, @susipudjiastuti, Susi mengkritik tindakan Moreno. “Ini sangat tidak apropriate!!!! Norak dan memalukan!!!!!”
Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan warganet. Sejumlah pengguna X menilai tindakan Moreno tidak mencerminkan etika dalam forum resmi DPR.
Akun @dwirianto menulis, “Menjadi anggota adalah sebuah pencapaian. Titik. Masa bodoh rapat dan hasilnya.”
Sementara akun lain berkomentar, “Kelakuannya gak menghargai sama sekali marwah RDP (rapat dengar pendapat) yang pastinya momen penting. Lalu buru-buru minta maaf/klarifikasi.”
Komentar senada juga disampaikan akun @ekaputranaroz yang menulis, “Dari dapil mana Bu? Buat introspeksi bagi pemilihnya ke depan. Banyak gaya, kerja tak ada hasil, jangan dipilih lagi.”
Adapun akun @firvan717 berkomentar, “Memang selama ini mereka kinerjanya tidak apropriate, norak dan memalukan kok Bu. Kebetulan saja ini tercapture oleh kamera.”
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan Moreno melakukan panggilan video ketika Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Yulian Gunhar, sedang menyampaikan pendapat dalam rapat.
Menanggapi video yang viral, Moreno menyampaikan permohonan maaf. Ia menjelaskan saat itu sedang melakukan panggilan video dengan anaknya yang baru keluar dari rumah sakit.
“Saya Moreno Soeprapto dan juga sama istri saya, Nurani, saya ingin menjelaskan tentang kejadian beredar video pada saat rapat dengar pendapat di Komisi XII. Saya ingin mengajak istri saya untuk menjelaskan kronologi pada saat hari itu,” kata Moreno dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Minggu (20/9/2026).
Moreno menegaskan tetap mengikuti jalannya rapat dan telah beberapa kali menyampaikan pandangannya dalam pembahasan tersebut.
Peristiwa itu terjadi saat Komisi XII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Direktur Utama MIND ID pada Selasa (15/9/2026). Agenda rapat membahas sektor pertambangan dan hilirisasi.
Dalam video yang sama, Nurani menjelaskan anak mereka baru keluar dari rumah sakit dan masih dalam masa pemulihan. Menurutnya, sang anak terus meminta melakukan panggilan video dengan ayahnya.
“Mohon maaf sebelumnya, pada saat itu anak saya baru keluar dari rumah sakit dan dalam masa pemulihan dan rewel karena bapaknya kerja terus dan tidak ada di rumah sehingga minta video call, hanya dalam beberapa detik untuk dikasih lihat bahwa bapaknya lagi kerja. Mungkin keputusan yang diambil pada saat itu bukan keputusan yang tepat,” ujar Nurani.
Nurani mengakui keputusan menelepon Moreno ketika sedang mengikuti rapat bukan tindakan yang tepat. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
“Sebagai orang tua kami mohon maaf dan mohon doanya agar kami bisa menjadi orang tua yang lebih baik lagi, menjadi pekerja yang lebih baik lagi, menjadi anggota Dewan yang lebih baik lagi. Mohon juga pengertiannya sesama orang tua. Kadang saat anak sakit, kami mengambil keputusan yang tidak tepat di momen yang juga tidak tepat,” kata Nurani.
Sementara itu, Moreno menjelaskan dirinya sempat menjulurkan lidah saat panggilan video hanya untuk menghibur anaknya. Ia menegaskan tidak ada niat melecehkan jalannya persidangan.
“Pada saat itu saya selesai berbicara dan langsung mendapatkan telepon. Saya ingin menjelaskan ke anak saya, Nuha, bahwa papi sedang rapat dan nanti setelah selesai akan menelepon. Saya sempat bercanda dengan menjulurkan lidah untuk menghiburnya,” ujar Moreno.
Moreno kembali menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Ia menegaskan tidak pernah berniat menyepelekan maupun tidak menghormati jalannya RDP Komisi XII DPR RI.
“Saya bersama istri saya, Nurani, memohon maaf sebesar-besarnya. Tidak ada niat sedikit pun untuk melecehkan persidangan Dewan yang terhormat atau menyepelekan rapat yang berlangsung pada 15 September 2026. Sekali lagi kami mohon maaf,” kata Moreno.











