S
UBANGPOST.COM — Persaingan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, mulai menjadi perhatian masyarakat.
Sejumlah bakal calon kepala desa mulai memperkenalkan visi dan program unggulan, salah satunya terkait akses pemanfaatan lahan Hak Guna Usaha (HGU) untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Program bertajuk “Akses Lahan HGU untuk Kesejahteraan Warga Desa” yang diusung salah satu bakal calon dengan jargon “Sarireja Raharja” menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Gagasan tersebut menawarkan pemberdayaan masyarakat melalui akses lahan bagi petani dan buruh harian.
Dalam materi sosialisasi yang beredar di masyarakat, program tersebut mengangkat konsep “Lahan untuk Rakyat, Bukan untuk Segelintir” dengan fokus pada pemanfaatan potensi lahan HGU, akses garapan bagi warga, pengembangan pertanian dan perkebunan, serta peningkatan ekonomi desa.
Isu lahan HGU dinilai menjadi salah satu persoalan strategis bagi masyarakat Sarireja dan wilayah sekitar Jalan Cagak-Kasomalang yang memiliki kawasan perkebunan.
Sejumlah warga berharap pemimpin desa ke depan mampu menghadirkan program yang berdampak langsung terhadap mata pencaharian masyarakat.
Usep (41), petani nanas asal Dusun Sarireja, mengatakan isu akses lahan menjadi perhatian bagi para petani penggarap.
“Selama ini petani penggarap berharap ada calon yang berani membicarakan persoalan lahan HGU. Kami ingin ada peluang agar masyarakat bisa mendapatkan akses garapan dan memiliki penghasilan yang lebih baik,” ujar Usep.
Menurutnya, program yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu hal yang dibutuhkan warga desa.
“Kalau akses lahan untuk petani dan buruh harian bisa diwujudkan sesuai aturan, tentu akan sangat membantu masyarakat. Lahan untuk rakyat itu harapan kami,” katanya.
Sementara itu, Epon (32), warga Sarireja yang bekerja sebagai buruh harian lepas, menilai program pemberdayaan ekonomi lebih memberikan harapan bagi masyarakat kecil.
“Saya melihat programnya melalui Facebook. Yang menarik adalah programnya berbicara tentang kesejahteraan warga. Kalau ada peluang garapan, suami saya bisa memiliki pekerjaan yang lebih tetap dan penghasilan keluarga lebih jelas,” ungkapnya.
Tokoh pemuda Sarireja, Encep, menambahkan bahwa pengelolaan potensi desa, termasuk sektor pertanian dan perkebunan, dapat menjadi peluang membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Anak muda membutuhkan lapangan kerja. Jika potensi pertanian dan perkebunan bisa dikembangkan dengan melibatkan masyarakat, tentu akan memberikan manfaat bagi desa,” tuturnya.
Dengan menguatnya isu lahan HGU dalam kontestasi Pilkades Sarireja, pertarungan antarcalon diperkirakan tidak hanya berkaitan dengan popularitas, tetapi juga kemampuan menawarkan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Panitia Pilkades Sarireja mengimbau seluruh pihak menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilihan berlangsung. Perbedaan pilihan diharapkan tetap menjadi bagian dari demokrasi desa yang berjalan secara sehat dan kondusif.







