Jumat, April 17, 2026
spot_img
spot_img

Berita Video

Top News

Nasional

Bersinergi dengan Pemerintah, AMDATARA Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Hijau dan Praktik Keberlanjutan

spot_img

SUBANGPOST.COM — Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) memperkuat hubungan strategis dengan pemerintah untuk menjawab tantangan industri air minum dalam kemasan (AMDK) di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Kolaborasi tersebut juga mencakup penguatan peran industri dalam penerapan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, menyatakan bahwa industri makanan dan minuman, khususnya AMDK, merupakan sektor yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Ia menegaskan komitmen industri untuk menjadi bagian dari solusi lingkungan melalui pendekatan ekonomi sirkular dan penguatan industri hijau.

Baca Juga  Kejari–Disdikbud Karawang Perketat Pengawasan MBG, Targetkan Pelaksanaan Tanpa Celah

“Kami ingin menunjukkan secara konkret bahwa industri ini menjadi pelopor dalam penerapan ekonomi sirkular dan keberlanjutan,” ujar Karyanto dalam kegiatan halal bihalal bersama pemerintah di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

- Advertisement -

Ia menambahkan, pelaku industri AMDK terus mengintegrasikan praktik berkelanjutan yang berdampak positif terhadap lingkungan, seiring dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, kolaborasi erat antara pemerintah dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar industri tetap tumbuh adaptif, sekaligus memperkuat kontribusi dalam transisi menuju ekonomi sirkular di Indonesia.

Baca Juga  Nekat Beroperasi Tanpa Izin Lengkap, Theatre Night Mart Karawang Terancam Ditutup

Selain itu, AMDATARA juga memperkuat komunikasi dengan DPR RI, khususnya Komisi VII, guna merespons kritik publik terhadap industri AMDK yang kerap dipersepsikan sebagai industri ekstraktif.

Karyanto berharap langkah tersebut dapat memperbaiki persepsi negatif masyarakat. “Diharapkan ke depan industri AMDK tidak lagi dipandang kurang berkontribusi terhadap masyarakat maupun ekonomi nasional,” katanya.

Karyanto menegaskan, industri makanan dan minuman harus tetap menjadi kontributor penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami memastikan pada tahun ini industri makanan dan minuman, khususnya AMDK, memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga  Perdana di Bandung, Maxim dan Disdik Jabar Gelar Kuis Cerdas Cermat Bahasa Inggris Antar SMK

Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar, Merijanti Punguan Pintaria, mengapresiasi AMDATARA dan seluruh pelaku industri AMDK atas kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Kemenperin mencatat, industri AMDK telah menyerap lebih dari 46 ribu tenaga kerja langsung dengan nilai investasi mencapai Rp27,8 triliun.

“Keberadaan industri ini memiliki efek ganda yang luas dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Merijanti.

Ia juga menyinggung kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) AMDK Komisi VII DPR RI ke sejumlah pabrik air mineral yang dinilai berjalan dengan baik berkat dukungan pelaku industri.

Menurutnya, Panja Komisi VII DPR RI memberikan perhatian terhadap komitmen industri dalam menerapkan prinsip keberlanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, pelaku usaha diminta mendokumentasikan setiap kegiatan sebagai bukti kontribusi nyata industri terhadap publik dan lingkungan.

Zein

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis dari sumber yang terpercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi subangpost.com dan dapat mengalami pembaruan dan klarifikasi dari pihak terkait.
Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

Subang Update

Peristiwa

KRIMINAL