SUBANGPOST.COM – Kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram dikeluhkan warga di tiga kecamatan di Kabupaten Subang, yakni Kecamatan Cipunagara, Pagaden, dan Cibogo.
Kelangkaan tersebut diduga dipicu oleh maraknya penggunaan tabung LPG 3 kg sebagai bahan bakar mesin pompa air untuk mengairi sawah yang mengalami kekeringan sejak pertengahan Juni 2026.
Akibat alih fungsi penggunaan LPG subsidi tersebut, pasokan gas untuk kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha kuliner skala kecil (KUKM) menjadi terbatas. Selain sulit diperoleh, harga LPG 3 kg di tingkat warung juga mengalami kenaikan.
“Kalaupun masih ada di toko atau warung, harganya naik. Biasanya Rp22 ribu, sekarang menjadi sekitar Rp25 ribu hingga Rp27 ribu per tabung,” kata Yahya, warga Desa Kosambi, Kamis (16/7).
Menurutnya, kelangkaan LPG 3 kg telah berlangsung sejak pertengahan Juni hingga Juli 2026 dan dirasakan di sejumlah wilayah pedesaan, terutama di Kecamatan Cibogo, Pagaden, dan Cipunagara.
Ibu Titin, warga Desa Sidamulya, Kecamatan Cipunagara, mengatakan LPG 3 kg merupakan kebutuhan pokok masyarakat sehingga kelangkaannya sangat menyulitkan warga.
“Kelangkaan LPG 3 kilogram ini sangat dirasakan masyarakat karena gas merupakan kebutuhan primer untuk memasak,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG subsidi serta memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat yang berhak menerima.






