Kamis, April 16, 2026
spot_img
spot_img

Berita Video

Top News

Nasional

Kemasan Guna Ulang Jadi Alternatif Atasi Kenaikan Harga Plastik dan Masalah Sampah

spot_img

SUBANGPOST.COM — Praktisi komunikasi dan dosen periklanan Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia), Andre Donas, menilai kemasan guna ulang dapat menjadi alternatif solusi di tengah kenaikan harga bahan baku plastik dan meningkatnya volume sampah.

Harga bahan baku plastik di pasar global dan domestik mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir akibat tekanan harga minyak, gangguan rantai pasok, serta ketidakpastian geopolitik.

Baca Juga  Personel Polsek Patokbeusi Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Nasional Jalur Pantura

“Kondisi tersebut berdampak pada berbagai sektor industri, termasuk manufaktur dan kemasan,” kata Andre, Selasa (14/4/2026).

- Advertisement -

Menurut dia, produsen makanan dan minuman, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai merasakan dampak signifikan dari lonjakan harga kemasan plastik.

Di sisi lain, tambah Andre, pemerintah pusat dan daerah juga menghadapi persoalan pengelolaan sampah yang volumenya terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan konsumsi.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbunan sampah plastik menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2019, volume sampah plastik tercatat sekitar 9–10 juta ton, kemudian meningkat menjadi 10,8 juta ton pada 2020, 11,6 juta ton pada 2022, 12 juta ton pada 2023, dan diperkirakan mencapai 12,4 juta ton pada 2025. Secara keseluruhan, kenaikan tersebut mencapai sekitar 20–30 persen dalam lima tahun.

Selain itu, kemampuan pengelolaan sampah dinilai belum seimbang dengan pertumbuhannya. Data SIPSN mencatat, dari 524 tempat pembuangan akhir (TPA), baru sekitar 25 persen sampah yang terkelola, sementara 75 persen lainnya belum tertangani secara optimal.

Andre Donas menambahkan, penggunaan kemasan guna ulang seperti galon isi ulang untuk kebutuhan rumah tangga dinilai lebih stabil dari sisi harga serta lebih ramah lingkungan dibandingkan kemasan sekali pakai.

“Konsumen saat ini tidak hanya menginginkan air minum yang aman dan higienis, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Peneliti Senior Pusat Riset Konsumen Ganesha (PRKG), Aan Rusdianto. Ia menyebutkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan galon guna ulang berbahan polikarbonat terus meningkat karena dinilai lebih ramah lingkungan.

Menurut hasil survei PRKG, tingkat penggunaan galon guna ulang di wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, dan Tangerang mencapai 89,36 persen, sementara hanya 5,32 persen responden yang masih menggunakan galon sekali pakai.

“Alasan utama penggunaan galon guna ulang adalah karena dinilai aman, praktis, tidak menimbulkan sampah tambahan, serta tidak menimbulkan keluhan dalam jangka panjang,” kata Aan.

Baca Juga  Pembangunan Kopdes Merah Putih Tersendat, KSP Ungkap Persoalan Lahan hingga Pembiayaan

Sementara itu, harga plastik di Indonesia dilaporkan melonjak hingga 50–100 persen pada April 2026. Kondisi ini berdampak pada peningkatan biaya produksi yang berpotensi mendorong kenaikan harga barang di tingkat konsumen.

Sejumlah pelaku usaha mulai beralih ke kemasan yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), misalnya, melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk menggunakan kemasan berbasis bahan alami.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati, mengatakan pihaknya mendorong penggunaan kemasan berbasis kearifan lokal, seperti serat alam mendong, pandan, dan kelapa, sebagai alternatif pengganti plastik.

“Kami mendorong penggunaan kemasan berbasis serat alam lokal yang melimpah di DIY sebagai pengganti plastik pelapis atau wadah,” ujarnya.

Editor: Zein AF

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis dari sumber yang terpercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi subangpost.com dan dapat mengalami pembaruan dan klarifikasi dari pihak terkait.
Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

Subang Update

Peristiwa

KRIMINAL