SUBANGPOST.COM – Ledakan hebat mengguncang dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Dusun Kertamulya RT 002 RW 001, Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Insiden yang diduga dipicu oleh ledakan kompor tersebut menyebabkan sejumlah relawan mengalami luka ringan hingga luka bakar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, beberapa relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di lokasi saat kejadian harus mendapatkan penanganan medis akibat mengalami luka ringan dan luka bakar.
Kerasnya ledakan membuat warga sekitar panik. Suara dentuman dilaporkan terdengar hingga radius lebih dari dua kilometer dan menimbulkan getaran yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah sekitar Desa Jayamukti. Selain itu, beberapa kaca rumah warga dilaporkan pecah akibat kuatnya tekanan ledakan.
Salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian mengaku sempat mengira ledakan tersebut berasal dari pabrik atau kendaraan besar yang mengalami kecelakaan.
“Suara ledakannya sangat keras. Rumah saya sampai bergetar dan warga langsung berhamburan keluar rumah untuk mencari tahu apa yang terjadi,” ujar seorang warga.
Warga lainnya, Amin (55), mengatakan dentuman tersebut terdengar seperti suara bom dan membuat suasana kampung mendadak geger.
“Saya sedang berada di rumah ketika terdengar suara ledakan keras. Kaca jendela bergetar dan beberapa warga langsung menuju lokasi karena penasaran dan khawatir ada korban,” katanya.
Sementara itu, pemilik SPPG, Romi, membenarkan terjadinya insiden tersebut. “Benar, sedang ditangani kepolisian”, ujarnya singkat.
Hingga Kamis malam, lokasi kejadian masih dalam penanganan aparat kepolisian. Petugas telah memasang garis polisi dan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab pasti ledakan yang menggegerkan warga Blanakan tersebut.
Sementara itu, kerugian material akibat insiden tersebut masih dalam proses pendataan. Selama proses penyelidikan masih berlangsung, sejumlah warga terdampak mengaku belum memperoleh kepastian terkait tanggung jawab atas kerusakan rumah yang ditimbulkan akibat ledakan tersebut.
Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai mekanisme maupun bentuk ganti rugi bagi warga yang mengalami kerugian material.










