spot_imgspot_img
Kamis, September 3, 2026
spot_img
spot_img
Memuat berita terbaru...

Berita Video

Top News

Nasional

UPI-SEAQIS Luncurkan Riset Pembelajaran STEAM Indonesia-Korea Selatan

SUBANGPOST.COMUniversitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS) meluncurkan riset kolaboratif bertajuk A Comparative Study of STEAM Learning Practices in Korea and Indonesia to Promote Convergence Education, Senin (31/8).

Riset tersebut membandingkan praktik pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) oleh guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Indonesia dan Korea Selatan.

Penelitian ini juga mengkaji penerapan convergence education dalam pembelajaran STEAM, termasuk tantangan serta praktik terbaik yang dapat diadaptasi oleh kedua negara.

Ketua Tim Peneliti UPI, Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si., mengatakan integrasi STEAM penting untuk menyiapkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan berbagai persoalan.

“Integrasi elemen STEAM menjadi krusial dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan pemecahan masalah (problem-solving), berpikir kritis, serta kreativitas yang tinggi,” ujar Ida Kaniawati dalam rilis resmi, Selasa (1/9).

Menurut Ida, Korea Selatan menjadi salah satu negara yang berada di garis depan dalam penerapan pendidikan STEAM. Sementara Indonesia terus memperkuat transformasi pembelajaran melalui pendekatan berbasis proyek (Project-Based Learning).

Tiga Tahap Riset UPI-SEAQIS

Untuk memperoleh data penelitian, riset tersebut dilakukan melalui tiga tahapan. Tahap pertama berupa survei terhadap ratusan guru IPA tingkat pendidikan menengah di Indonesia dan Korea Selatan.

Survei dilakukan untuk mengukur pemahaman, persepsi, serta tingkat penerapan pembelajaran STEAM oleh guru.

- Advertisement -
Advertisement

Tahap kedua dilakukan melalui wawancara terstruktur secara daring menggunakan Zoom. Wawancara tersebut bertujuan menggali pengalaman guru, tantangan teknis dan pedagogis, serta dukungan fasilitas pembelajaran di sekolah.

Selanjutnya, tahap ketiga dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran IPA. Observasi digunakan untuk melihat respons siswa serta efektivitas integrasi unsur seni dan teknologi dalam pembelajaran sains.

Deputi Direktur Program SEAMEO QITEP in Science, Apriyagung, Ph.D., mengatakan hasil penelitian akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan dan materi pelatihan bagi guru IPA di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga

- Advertisement -

“Hasil studi komparatif ini nantinya akan digunakan untuk menyusun rekomendasi kebijakan serta materi pelatihan bagi guru-guru IPA di kawasan Asia Tenggara,” kata Apriyagung.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas wawasan guru IPA di Indonesia dalam merancang modul pembelajaran yang inovatif dan interdisipliner.

“Melalui kolaborasi ini, diharapkan guru IPA di Indonesia dapat memperoleh wawasan baru dalam merancang modul pembelajaran yang inovatif dan interdisipliner,” ujarnya.

Melalui riset kolaboratif tersebut, UPI dan SEAQIS berharap praktik pembelajaran STEAM di Indonesia semakin berkembang melalui adopsi pengalaman dan praktik terbaik dari Korea Selatan.

Baca Juga

Kolaborasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA sekaligus memperkuat kompetensi peserta didik dalam menghadapi tantangan di era global.

Sacim Zein
Editor:
Sacim Zein
Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis dari sumber yang terpercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi subangpost.com dan dapat mengalami pembaruan dan klarifikasi dari pihak terkait.
👍 Like 💬 Komentar 🔗 Bagikan
spot_img
Memuat kurs...

Baca Juga

Artikel Lainnya

Subang Update

Peristiwa

KRIMINAL

^
Download Aplikasi GoKar
Transportasi Online Asli Karawang
INSTALL
X