SUBANGPOST.COM – Bagi Widiarti, pemilik Ubi Madu Bakar Mba Boled, setiap potong ubi yang tersaji bukan sekadar makanan, melainkan saksi perjalanan usaha yang dimulai dari sebuah toko sederhana di Karawang.
Tahun 2011 menjadi titik awal langkahnya. Bersama sang ibu dan suami, Widiarti merintis usaha dengan modal yang terbatas.
Pada masa itu, penjualan harian hanya berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Namun, keterbatasan tidak pernah memadamkan keyakinannya bahwa usaha kecil dapat tumbuh menjadi besar jika dijalankan dengan kesungguhan.
“Perjalanannya penuh perjuangan dan memberikan banyak pelajaran berharga bagi kami. Dari awalnya hanya satu toko di Karawang, sekarang sudah berkembang menjadi sekitar 20 outlet. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina yang terus memberikan dukungan,” ujar Widiarti.
Lima belas tahun kemudian, kerja keras itu membuahkan hasil. Ubi Madu Bakar Mba Boled kini memiliki sekitar 20 outlet yang tersebar di Karawang, Cikarang, Tambun, hingga Bekasi. Usaha tersebut mencatat omzet sekitar Rp300 juta per bulan dan menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 30 orang.
Perjalanan usahanya semakin berkembang ketika pada 2018 Widiarti bergabung sebagai UMKM binaan Pertamina. Melalui program pembinaan itu, ia memperoleh akses permodalan sekaligus kesempatan mengikuti UMK Academy.
Berbagai pelatihan tersebut membekalinya dengan pengetahuan mengenai pengelolaan bisnis, strategi pemasaran, hingga pengembangan usaha.
“Permodalan yang tepat sangat membantu. Selain itu, ilmu yang kami peroleh melalui pelatihan juga penting untuk mengembangkan usaha,” katanya.
Kesempatan demi kesempatan kemudian terbuka. Produk Ubi Madu Bakar Mba Boled tampil di berbagai ajang promosi dan pameran, seperti Pertamina Eco RunFest, Inacraft, dan Pekan Raya Jakarta. Kehadiran di berbagai kegiatan itu membuat produknya semakin dikenal sekaligus memperluas jaringan pasar.
Namun, bagi Widiarti, ukuran keberhasilan bukan hanya bertambahnya jumlah outlet atau meningkatnya omzet. Ia merasa bangga karena usaha yang dirintis dari lingkup keluarga kini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan orang di sekitarnya.
Komitmen Pertamina dalam mendampingi pelaku usaha kecil juga mendapat penegasan dari Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron. Menurutnya, setiap UMKM memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Setiap UMKM memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, Pertamina berupaya mendampingi UMKM melalui akses permodalan, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pasar agar dapat tumbuh semakin kuat, mandiri, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Baron.
Kini, setelah berhasil memperluas jaringan usaha di sejumlah wilayah Jawa Barat, Widiarti menatap peluang baru di Jakarta dan Tangerang. Baginya, perjalanan ini masih jauh dari kata selesai.
Setiap outlet baru bukan hanya menjadi simbol pertumbuhan bisnis, tetapi juga harapan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari usaha yang lahir dari ketekunan sebuah keluarga.
Kisah Ubi Madu Bakar Mba Boled menjadi potret bahwa keberhasilan sebuah UMKM tidak hadir dalam semalam. Ia dibangun melalui kerja keras, keberanian mengambil peluang, serta dukungan pembinaan yang tepat.
Dari sebuah toko sederhana di Karawang, Widiarti membuktikan bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari langkah kecil yang dijalani dengan konsisten.







