SUBANGPOST.COM – Mahasiswa S3 Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (15/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Madrasah Al-Mubarokah Rancapanggung.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Desa Rancapanggung melalui Pengolahan Sampah dan Transformasi Digital untuk Mewujudkan Daerah Zero Waste dan Berkelanjutan” itu diikuti lebih dari 70 peserta yang terdiri dari ibu-ibu Desa Rancapanggung dan wilayah sekitar.
Program yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sekaligus mendorong transformasi digital menuju daerah zero waste dan berkelanjutan.
Ketua pelaksana, Dita Puji Rahayu, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Komunitas Perempuan Sehat Peduli Lingkungan (KPSPL) PD Salimah Kabupaten Bandung Barat dan Desamind Indonesia.
Dita menjelaskan, peserta mendapatkan edukasi mengenai kesehatan keluarga, pengelolaan lingkungan, hingga keterampilan digital.
“Materi pertama diawali dengan penyampaian tips kesehatan keluarga dan penerapan pola hidup sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Dita.
Selain edukasi kesehatan, peserta juga mengikuti pelatihan pembuatan ecobrick sebagai solusi sederhana untuk mengurangi limbah plastik rumah tangga. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diajak memanfaatkan sampah plastik menjadi bahan yang lebih berguna dan memiliki nilai ekonomis.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif saat peserta mempraktikkan langsung proses pembuatan ecobrick. Sejumlah peserta mengaku baru mengetahui bahwa limbah plastik rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomis.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga memberikan pelatihan desain menggunakan aplikasi sebagai bagian dari transformasi digital masyarakat desa.
Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari cara membuat desain sederhana untuk kebutuhan promosi usaha rumahan, kegiatan komunitas, hingga media sosial.
Menurut Dita, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa mengabaikan kepedulian terhadap lingkungan.
“Dengan keterampilan digital yang dimiliki, masyarakat diharapkan dapat lebih produktif dan kreatif dalam mengembangkan potensi lokal,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara akademisi, komunitas perempuan, dan lembaga sosial dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya.
Selain meningkatkan kesadaran lingkungan, kegiatan itu juga menjadi wadah memperkuat peran perempuan dalam menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Salah seorang peserta menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa S3 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) atas pelatihan pengolahan sampah yang diberikan.
“Kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sampah di lingkungan sekitar,” ujarnya seraya berharap pelatihan tersebut dapat mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan terbebas dari sampah.
Melalui kegiatan tersebut, Desa Rancapanggung menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan zero waste sekaligus mendorong transformasi digital di tingkat masyarakat desa.
Zein









