SUBANGPOST.COM – Dua wisatawan asal Kabupaten Karawang dilaporkan hilang setelah diduga tertimbun longsor di kawasan Curug Cileat, Kampung Cibago RT 14 RW 04, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah selatan Kabupaten Subang hingga memicu longsornya tebing di area sekitar lokasi wisata Curug Cileat.
Berdasarkan laporan sementara BPBD Kabupaten Subang, kedua korban diduga tertimbun material longsoran saat berada di sekitar lokasi kejadian bersama tiga rekannya.
Menurut keterangan saksi, mereka saat itu tengah berfoto-foto di area Curug Cileat. Namun suasana mendadak berubah mencekam setelah terdengar suara gemuruh dari arah tebing yang longsor.
Ketiga rekan korban langsung berusaha menyelamatkan diri usai mendengar suara longsoran. Sementara dua wisatawan lainnya diduga tidak sempat menghindar hingga tertimbun material tanah.
Dua korban yang masih dalam pencarian masing-masing bernama Alda Apriliani (22), warga Cikampek, serta Winda Limbong (20), warga Kosambi, Karawang.
Mendapat laporan kejadian tersebut, Tim BPBD Kabupaten Subang langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan assessment dan berkoordinasi dengan aparat setempat. Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran di titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban.
Petugas Tim Pelaporan Unit Data dan Informasi BPBD Subang, Ade Suhenda, mengatakan, proses pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Subang, TNI, Polri, Tagana Kabupaten Subang, Puskesmas Cisalak, aparatur Desa Mayang, serta masyarakat setempat.
Ia menegaskan, petugas juga telah mendirikan posko untuk memudahkan proses evakuasi korban. Posko tersebut berada sekitar 4 kilometer dari lokasi bencana.
“Posko didirikan untuk mempermudah koordinasi dan penanganan di lapangan. Akses menuju lokasi bencana sampai saat ini masih bisa dilalui,” ujarnya.
BPBD menyebut kawasan Curug Cileat dan sejumlah wilayah Subang selatan masuk dalam daerah rawan longsor karena berada di jalur Sesar Lembang.
“Wilayah yang memiliki potensi kerawanan di antaranya Kecamatan Cisalak, Tanjungsiang, Sagalaherang hingga kawasan yang terhubung dengan lempengan Gunung Tangkuban Parahu,” katanya.
BPBD mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah pegunungan dan perbukitan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap titik-titik yang berpotensi terjadi longsor maupun pergerakan tanah,” tambahnya.
Hingga Jumat malam, proses pencarian terhadap kedua korban untuk sementara dihentikan dan dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Sabtu (16/5/2026). Petugas juga terus memantau kondisi di sekitar lokasi bencana mengingat kawasan tersebut masih berpotensi mengalami longsor susulan akibat kondisi tanah yang labil usai diguyur hujan deras.
Zein











