SUBANGPOST.COM – Tim mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar program pemberdayaan masyarakat bertajuk GEMMA (Gerakan Mandala Mekar Mandiri dan Mendunia) di Balai Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimeunyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 30 warga tersebut difokuskan pada inovasi pengolahan singkong berbasis zero waste dan transformasi digital guna mendorong lahirnya sentra wirausaha mandiri dan berkelanjutan di tingkat desa.

Program GEMMA digagas oleh tim mahasiswa S3 Pendidikan IPA UPI yang terdiri atas Dita Puji Rahayu, Anggelina Jeujanan, Elza Rachman Panca Priyanda, Rifqi Pratama, dan Dede Sustri.
Peserta kegiatan meliputi ibu-ibu PKK, pelaku usaha singkong, serta perwakilan Kepolisian Sektor Cimeunyan. Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan melalui partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan praktik pelatihan.
Ketua GEMMA, Dita Puji Rahayu, mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal berbasis singkong melalui pendekatan ekonomi kreatif, ramah lingkungan, dan pemanfaatan teknologi digital.

“Salah satu fokus utama program GEMMA ialah penerapan konsep zero waste melalui pemanfaatan limbah singkong menjadi produk bernilai ekonomi,” kata Dita dalam keterangan tertulis kepada subangpost.com, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Dita, peserta juga mendapatkan praktik langsung mengenai cara mengolah limbah produksi singkong menjadi pupuk yang memiliki manfaat ekonomis sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.
Ia menegaskan pembangunan Indonesia tidak hanya bertumpu pada kota-kota besar, tetapi juga berasal dari kemajuan desa-desa di berbagai pelosok negeri.
“Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tetapi Indonesia bercahaya karena lilin-lilin di desa. Semoga Desa Mandalamekar menjadi desa yang bercahaya dan berkontribusi bagi kemakmuran warga dan Indonesia,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, lanjut Dita, peserta memperoleh berbagai materi pelatihan, mulai dari manajemen usaha, standardisasi mutu singkong, pengolahan limbah singkong menjadi pupuk, pembukuan usaha sederhana, digital marketing, hingga branding dan packaging produk.
Salah seorang peserta menilai kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Menurut dia, para pelaku usaha singkong selama ini masih mengalami kesulitan dalam mengolah limbah agar memiliki nilai tambah ekonomi.
“Melalui pelatihan GEMMA, kami mendapat inspirasi, pengetahuan, dan keterampilan baru untuk mengolah limbah singkong menjadi produk yang memiliki nilai jual,” ujarnya.
Sekretaris Desa Mandalamekar, Atin, menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Ia menilai GEMMA memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan usaha lokal berbasis singkong.
“Kegiatan GEMMA sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi usaha lokal. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Atin.
Melalui program GEMMA, tim mahasiswa S3 Pendidikan IPA UPI berharap masyarakat Desa Mandalamekar mampu mengembangkan inovasi usaha berbasis singkong secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing produk lokal melalui pemanfaatan teknologi digital dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Zein AF








