SUBANGPOST.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menata kawasan Jalan Tuparev hingga Alun-alun Karawang menjadi menjadi kawasan kota tua yang memiliki nilai historis, budaya, dan estetika. Penataan tersebut direncanakan melalui anggaran APBD Perubahan 2026 atau APBD 2027.
Rencana itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM saat menghadiri Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang, Sabtu (9/5/2026) malam.
“Bersama Pak Bupati kita akan melakukan perbaikan infrastruktur, termasuk jalan, trotoar dan taman, akan dilaksanakan di sepanjang rute kirab,” ujar KDM.
Menurut KDM, kawasan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga akan dikembangkan menjadi kawasan bersejarah yang sarat pesan cinta dan nilai kemanusiaan.
Ia menegaskan, kawasan Alun-alun Karawang akan disulap menjadi ikon Kota Tua Karawang yang merepresentasikan sejarah, budaya, dan wajah estetika daerah.
“Dan sepanjang jalan nanti akan ada batu tulis yang isinya pesan-pesan cinta. Nanti Alun-alun menjadi kawasan Kota Tua Karawang,” imbuh KDM.
KDM berharap penataan kawasan itu dapat menjadikan Karawang sebagai destinasi wisata budaya yang memiliki cerita dan daya tarik tersendiri, sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih nyaman, bersih, dan berkarakter Sunda.
Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Dedi Mulyadi yang membawa Mahkota Binokasih dalam rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda ke Karawang.
“Pembangunan di kawasan tidak hanya bertumpu pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus dibangun atas dasar nilai kasih sayang, kebersamaan dan persatuan,” kata Aep.
Jalan Tuparev, Pusat Sejarah dan Denyut Ekonomi Karawang
Jalan Tuparev memiliki sejarah panjang dan peran strategis dalam perkembangan pusat kota serta aktivitas ekonomi masyarakat Karawang. Nama “Tuparev” sendiri merupakan singkatan dari Tujuh Pahlawan Revolusi yang disematkan untuk mengenang tujuh perwira militer korban peristiwa Gerakan 30 September 1965.
Berlokasi di Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Jalan Tuparev dikenal sebagai salah satu ruas jalan utama sekaligus pusat perniagaan terbesar di Kabupaten Karawang.
Kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dengan beragam kebutuhan yang diperjualbelikan, mulai dari pakaian, sembako, elektronik, peralatan olahraga, perlengkapan rumah tangga hingga telepon genggam.
Seiring perkembangan zaman, fungsi Jalan Tuparev terus meluas. Kawasan itu kini tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga menjelma sebagai ruang publik dan pusat keramaian di jantung Kota Karawang.
Aktivitas kuliner, tempat berkumpul anak muda, hingga lokasi nongkrong warga turut memperkuat identitas Jalan Tuparev sebagai salah satu kawasan paling hidup di Karawang.
Zein











