SUBANGPOST.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Subang menggelar kegiatan Riung Mungpulung dan Tasyakur dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang Tahun 2026, Senin (6/4/2026), di Aula Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM, Bupati Subang Reynaldi Putra Andita, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, unsur Forkopimda, para pimpinan perangkat daerah, camat, serta kepala desa se-Kabupaten Subang. Acara ini digelar usai Sidang Paripurna di DPRD Kabupaten Subang.

Peringatan Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang yang jatuh pada 5 April 2026 dimaknai sebagai refleksi perjalanan panjang daerah, sekaligus momentum percepatan pembangunan dengan mengusung semangat “Subang Ngabret”.
Bupati Subang Reynaldi Putra Andita mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak sekadar bekerja, tetapi juga menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat.
“Kita menyadari bahwa administrasi memang perlu dilengkapi sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik. Namun, administrasi bukanlah tujuan akhir,” ujar Reynaldi.
Ia menegaskan, fokus utama pemerintah daerah adalah mengawal setiap inovasi dan program agar memberikan dampak nyata, serta memastikan pelayanan publik dapat diakses secara dekat, mudah, dan cepat oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menyoroti makna semangat “Subang Ngabret” sebagai dorongan untuk bergerak maju dan berkembang ke berbagai daerah.
“Subang Ngabret itu ke mana? Ngabret ke Jakarta, ke Jogja, ke Bali, ke Pangandaran, pokoknya ngabret,” ujar KDM.
Ia juga menyinggung kedekatan historis wilayah Subang dengan daerah lain di Jawa Barat, seperti Karawang dan Purwakarta, yang memiliki akar budaya yang sama.
Menurutnya, kekayaan cerita rakyat seperti dongeng Mbah Dongdo, Rangga Wulung, hingga Subang Ngarang perlu dihidupkan kembali sebagai bagian dari penguatan identitas daerah.
“Mudah-mudahan ke depan ada dongeng-dongeng itu agar bisa membuka spirit Sunda anu tandang makalangan,” katanya.
Lebih lanjut, KDM menegaskan bahwa kepemimpinan di Subang harus dijalankan dengan karakter tegas dan berani. “Mimpin orang Subang mah kudu heuras jeung gerong, sabab lamun teu heuras jeung gerong, kagari,” tegasnya.
Perayaan Milangkala ke-78 Kabupaten Subang tahun ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.
Tema pembangunan yang diusung menegaskan komitmen untuk mewujudkan Subang yang unggul, maju, kompetitif, sejahtera, dan religius.
Selain itu, Milangkala ke-78 juga menjadi momentum evaluasi pembangunan sekaligus ajakan untuk memperkuat partisipasi masyarakat sebagai titik pijak percepatan perubahan di masa depan.
Milangkala ke-78 Kabupaten Subang tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum strategis untuk mempercepat pembangunan berbasis kolaborasi.
Semangat “Subang Ngabret” diharapkan mampu mendorong seluruh elemen masyarakat bergerak cepat menuju daerah yang lebih maju dan sejahtera.
Zein AF




