Sabtu, April 18, 2026
spot_img
spot_img

Berita Video

Top News

Nasional

Fasilitas Wisata Buaya Blanakan Subang Memprihatinkan, Perhutani Pertimbangkan Libatkan Pihak Ketiga

spot_img

SUBANGPOST.COM – Kondisi objek wisata penangkaran buaya di Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, kondisinya kini kian menghawatirkan. Sejumlah fasilitas di lokasi tersebut tampak tidak terurus dan mengalami kerusakan di berbagai titik.

Berdasarkan pantauan subangpost.com, Senin (13/4/2026), dinding area penangkaran banyak yang mengalami kerusakan hingga berlubang.

Selain itu, infrastruktur pendukung lainnya juga terlihat tidak terawat, menambah kesan kumuh di kawasan yang sebelumnya sempat menjadi salah satu daya tarik wisata di wilayah pesisir Subang tersebut.

- Advertisement -

Dampak dari menurunnya kondisi fasilitas tersebut turut dirasakan para pedagang di sekitar lokasi wisata. Banyak di antara mereka terpaksa menghentikan aktivitas usaha karena sepinya pengunjung. Kondisi ini memicu penurunan aktivitas ekonomi di kawasan wisata tersebut.

Baca Juga  Kemasan Guna Ulang Jadi Alternatif Atasi Kenaikan Harga Plastik dan Masalah Sampah

Rohim, warga setempat yang berprofesi sebagai pedagang, mengaku ikut terdampak. Ia terpaksa menutup usaha ikan bakarnya karena minimnya wisatawan yang datang.

“Sepi, Kang. Sejak tempat wisata buaya Blanakan tidak terurus, sudah jarang pengunjung yang datang,” ujarnya.

Penampakan buaya di penangkaran Blanakan, Subang, terlihat berada di lingkungan yang kurang terawat, dengan kondisi kolam dan fasilitas sekitar yang mengalami kerusakan. Minimnya perawatan di kawasan yang dikelola Perum Perhutani ini mencerminkan menurunnya kualitas pengelolaan serta berdampak pada habitat satwa di dalamnya. (Foto: Istimewa)

Kondisi serupa juga dialami pedagang lain. Sejumlah pelaku usaha terpaksa gulung tikar karena sepinya pembeli, sementara sebagian lainnya memilih pindah lokasi untuk memulai usaha baru.

Baca Juga  Pembangunan Kopdes Merah Putih Tersendat, KSP Ungkap Persoalan Lahan hingga Pembiayaan

Sementara itu, sumber dari Perum Perhutani KPH Purwakarta selaku pengelola menyebut bahwa pengelolaan penangkaran buaya Blanakan saat ini menghadapi berbagai kendala, terutama terkait tingginya biaya operasional.

“Keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan perawatan fasilitas tidak berjalan optimal,” ujar sumber dari KPH Perhutani.

Seiring dengan kondisi tersebut, Perhutani tengah mempertimbangkan opsi kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola kembali kawasan wisata tersebut. Langkah ini diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas wisata sekaligus memperbaiki fasilitas yang ada.

Hingga saat ini, rencana kerja sama tersebut masih dalam tahap kajian. Perhutani berharap, melalui keterlibatan investor atau mitra pengelola baru, penangkaran buaya Blanakan dapat kembali berfungsi secara optimal serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Zein

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis dari sumber yang terpercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi subangpost.com dan dapat mengalami pembaruan dan klarifikasi dari pihak terkait.
Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

Subang Update

Peristiwa

KRIMINAL