SUBANGPOST.COM – Warga Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, menggelar patroli malam di sejumlah titik yang dinilai rawan aksi tawuran remaja. Kegiatan tersebut digelar untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, khususnya menjelang dan selama bulan Ramadan.
Berdasarkan pantauan Subangpost.com, Jumat (27/2/2026) malam, patroli difokuskan di wilayah Dusun Kertamulya RT 003 RW 01, tepatnya di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang selama ini kerap dijadikan lokasi berkumpul remaja dan beberapa kali terjadi aksi tawuran.
Aksi tawuran tersebut dinilai meresahkan warga karena mengganggu ketenangan masyarakat, terutama saat warga menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
Kepala Desa Jayamukti, Surjaya, mengatakan patroli dilakukan sebagai langkah nyata pemerintah desa bersama masyarakat untuk mencegah terulangnya gangguan keamanan yang meresahkan warga.
“Selama ini tawuran remaja cukup mengganggu kenyamanan masyarakat, apalagi saat Ramadan ketika warga membutuhkan suasana aman dan tenang untuk beribadah. Karena itu, pemerintah desa bersama warga mengambil langkah patroli sebagai bentuk pencegahan,” ujar Surjaya.
Ia menambahkan, pemerintah desa juga terus melakukan pendekatan persuasif kepada para orang tua dan tokoh pemuda agar ikut mengawasi aktivitas anak-anak di lingkungan masing-masing.
“Kami tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar pengawasan terhadap remaja diperkuat. Peran keluarga sangat penting supaya anak-anak tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan,” tambahnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Dugul, menilai keterlibatan warga dalam patroli menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus melindungi generasi muda dari pergaulan negatif.
“Kami berharap patroli rutin ini bisa mencegah tawuran dan menciptakan suasana desa yang aman, terlebih di bulan Ramadan agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman,” katanya.
Patroli warga tersebut direncanakan berlangsung secara berkala, terutama pada malam hari dan akhir pekan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
Reporter: Kunadi




