Kamis, Januari 15, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

SUBANG UPDATE

Pengurus FKUB Karawang Periode 2025–2030 Dikukuhkan, Kerukunan Umat Jadi Prioritas

spot_img

SubangPost.com – Senin pagi (12/1/2026), Aula Husni Hamid di Kompleks Pemerintah Daerah Karawang terasa berbeda. Bukan hanya karena kehadiran para tokoh lintas agama, tetapi juga karena suasana kebersamaan yang terbangun dalam satu semangat yang sama: merawat kerukunan di tengah keberagaman.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh secara resmi mengukuhkan pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang masa bakti 2025–2030. Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda berlanjutnya ikhtiar kolektif menjaga harmoni antarumat beragama di Karawang.

Momentum pengukuhan tersebut juga menjadi ruang refleksi. FKUB Karawang memasuki periode kepengurusan baru setelah wafatnya Ketua FKUB sebelumnya, Dr. KH. Tajuddin Noor, beberapa bulan lalu. Sosok almarhum dikenal luas sebagai penggerak dialog lintas iman yang konsisten merawat kebersamaan.

Baca Juga  Pelatihan Kerja Disnaker Karawang Rampung, Dorong Penempatan Kerja dan Wirausaha

Dalam sambutannya, Bupati Aep menekankan bahwa FKUB memiliki peran strategis di tengah masyarakat yang majemuk. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjadi jembatan komunikasi, sekaligus peneduh di tengah potensi perbedaan yang ada.

“Kerukunan bukan sesuatu yang hadir dengan sendirinya, tetapi harus terus dirawat,” ujar Aep di hadapan para undangan.

Harapan itu disambut Ketua FKUB Kabupaten Karawang terpilih, Dr. KH. Masykur Mansyur. Ia menyadari, tugas menjaga harmoni bukan pekerjaan ringan, namun justru menuntut konsistensi, kreativitas, dan kebersamaan.

Menurutnya, FKUB Karawang tengah menyiapkan sejumlah program kerja strategis yang menyentuh langsung akar masyarakat. Pembinaan pelajar, penguatan peran tokoh agama di desa dan kecamatan, hingga pendekatan dialogis lintas iman menjadi fokus utama.

Baca Juga  Permudah Akses Pertanian dan Aktivitas Warga, Jalan Cieunteung Desa Sagalaherang Kidul di Hotmix

Program serupa sebelumnya telah dijalankan di Kecamatan Telukjambe Timur, termasuk di Desa Purwadana, dan dinilai cukup efektif membangun kesadaran kolektif.

“Alhamdulillah, soliditas pengurus dan dukungan umat beragama menjadi kekuatan kami,” tutur Masykur.

Ia menegaskan bahwa FKUB Karawang tidak berdiri untuk satu golongan, melainkan menjadi rumah bersama bagi seluruh pemeluk agama: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu.

Kerja-kerja FKUB, lanjutnya, tak lepas dari sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan unsur terkait lainnya. Kolaborasi itulah yang selama ini menjaga Karawang tetap kondusif.

Di akhir pernyataannya, Masykur mengungkapkan satu capaian penting: hadirnya kampung kerukunan umat beragama di Kompleks Perumahan Resinda, Kecamatan Telukjambe Timur. Kawasan ini menjadi simbol nyata kolaborasi FKUB dengan program Kampung Moderasi Beragama dari Kementerian Agama.

Baca Juga  Disnakertrans Subang Pulangkan 32 Pekerja Migran Bermasalah dari Sejumlah Negara

“Ini bukan hanya simbol, tetapi ruang hidup bersama yang terus kami rawat,” ujarnya.

Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, FKUB Karawang kembali menegaskan posisinya: menjaga perbedaan agar tetap menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Sebuah tugas sunyi, namun menentukan arah harmoni di tanah pangkal perjuangan.

Pri

Catatan Redaksi
Artikel ini dipublikasikan secara otomatis dari sumber yang terpercaya dan dapat mengalami pembaruan sesuai informasi terbaru serta klarifikasi dari pihak terkait.
Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

Peristiwa

TRENDING