SUBANGPOST.COM – Pemotongan anggaran pemerintah desa hingga 73 persen memaksa Pemerintah Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, untuk memprioritaskan program pembangunan yang bersifat mendesak dan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Jayamukti, Surjaya, saat memimpin Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang digelar di Aula Kantor Desa Jayamukti, Kamis (22/1/2026).

Musrenbangdes tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Jayamukti, Sekretaris Desa Jayamukti, perwakilan Kecamatan Blanakan, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jayamukti, serta Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Jayamukti.
Dalam forum Musrenbangdes, Pemerintah Desa Jayamukti menerima berbagai usulan pembangunan dari sejumlah sektor. Usulan tersebut meliputi bidang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMK, serta usulan dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang berkaitan dengan pembangunan dan peningkatan sarana pendukung sektor pertanian.
Surjaya menegaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi perhatian utama dalam pembahasan Musrenbangdes kali ini. Menurutnya, tidak seluruh usulan yang disampaikan dapat direalisasikan pada tahun anggaran berjalan.
“Dengan pemangkasan anggaran hingga 73 persen, pemerintah desa harus melakukan seleksi ketat terhadap setiap usulan. Prioritas akan diberikan pada pembangunan yang mendesak dan berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Surjaya.
Sementara itu, usulan lainnya, lanjut Surjaya, akan dipertimbangkan kembali dalam perencanaan pembangunan pada tahun berikutnya.
Selain itu, Musrenbangdes juga menghasilkan kesepakatan terkait rencana pembangunan jembatan untuk menunjang akses masyarakat, khususnya bagi warga RT 004 RW 001 Dusun Kertamulya.
Menurut Surjaya, pembangunan jembatan di Dusun Kertamulya menjadi salah satu prioritas utama dan akan diupayakan untuk segera direalisasikan sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Pembangunan jembatan ini menyangkut akses vital masyarakat. Insyaallah akan kami realisasikan secepatnya,” tegasnya.
Meski hujan mengguyur sejak pagi hingga siang hari, Musrenbangdes tetap berlangsung tertib dan diikuti secara aktif oleh seluruh peserta hingga selesai.
Reporter: Kunadi





