SUBANGPOST.COM – Wakil Ketua Umum Asosiasi Kebersamaan Pengusaha Haji Umrah (BERSATHU), Rafiudin Firdaus, menyesalkan kebijakan pemerintah Indonesia yang menunda pemberangkatan jemaah umrah menyusul konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Rafiudin menilai kebijakan tersebut tidak menjadi solusi yang tepat karena berpotensi merugikan pengusaha biro perjalanan umrah di Indonesia. Ia meminta pemerintah membuka komunikasi intensif dengan pemerintah Arab Saudi serta maskapai penerbangan agar keberangkatan dan pemulangan jemaah tetap dapat diatur dengan baik.
“Pemerintah melalui kementerian terkait seharusnya dapat menjalin komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi dan pihak maskapai agar tidak merugikan pengusaha travel,” ujar Rafiudin saat dikonfirmasi awak media di Karawang, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, penundaan pemberangkatan justru menambah beban biaya bagi biro perjalanan karena jemaah yang tertahan di Tanah Suci membutuhkan biaya tambahan, mulai dari akomodasi hingga kebutuhan lainnya.
Ia menjelaskan, sejumlah biro perjalanan telah menjual paket umrah, termasuk paket iktikaf, dengan seluruh komponen perjalanan yang telah dibayarkan, seperti tiket pesawat, visa, hotel, hingga layanan transportasi.
Rafiudin menyebut biro perjalanan miliknya, Sanema Tour, relatif tidak mengalami kendala karena menggunakan maskapai Saudia dengan penerbangan langsung ke Arab Saudi. Namun, bagi biro perjalanan yang menggunakan penerbangan transit, kondisi tersebut dinilai sangat merugikan.
Dalam satu grup umrah yang berisi sekitar 30 jemaah, biaya yang dibayarkan per orang dapat mencapai lebih dari Rp30 juta sehingga total biaya dalam satu grup dapat menembus sekitar Rp1,2 miliar.
“Jika satu travel memiliki dua hingga tiga grup, nilainya tentu sangat besar. Karena itu perlu solusi agar dana yang sudah dibayarkan tidak hangus,” katanya.
Rafiudin mengusulkan pemerintah memperpanjang masa berlaku visa hingga situasi kembali normal serta memastikan mekanisme pengembalian dana (refund) dari berbagai komponen perjalanan, seperti tiket pesawat, hotel, bus, dan layanan penanganan jemaah.
Ia berharap konflik di Timur Tengah segera berakhir agar tidak berdampak lebih luas terhadap penyelenggaraan ibadah umrah maupun haji tahun ini.
“Jika perang ini berkepanjangan, dampaknya bukan hanya pada umrah, tetapi juga bisa mempengaruhi penyelenggaraan ibadah haji,” pungkasnya. (Pri)




