SUBANGPOST.COM – Pimpinan Mahad Al-Zaytun, Abdussalam Panji Gumilang, menyampaikan pernyataan belasungkawa atas kabar wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Hosseini Khamenei, dalam kesempatan khutbah dan doa bersama di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Jumat (6/3/2026).
Dalam keterangannya di hadapan jamaah, Panji Gumilang mengatakan seluruh civitas akademika Mahad Al-Zaytun menyampaikan rasa duka cita atas wafatnya tokoh tersebut.
“Kami seluruh civitas akademika Mahad Al-Zaytun menyampaikan bela sungkawa atas terbunuhnya sebagai syahid Imam dari negara Iran, Ayatollah Ali Hosseini Khamenei. Semoga beliau diterima seluruh amal perbuatannya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar ungkapan duka tersebut dapat menjadi bentuk penghormatan dan doa dari masyarakat Indonesia.
Menurutnya, apabila pemerintah Indonesia belum secara resmi menyampaikan takziyah kepada Iran, maka doa yang dipanjatkan dari Masjid Rahmatan Lil Alamin tersebut diharapkan dapat mewakili rasa belasungkawa dari jamaah yang hadir.
“Kami menyampaikan ini pada hari Jumat saat kita berjamaah. Mudah-mudahan dari Masjid Rahmatan Lil Alamin ini dapat mewakili ungkapan belasungkawa tersebut,” katanya.
Sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum yang disebutnya sebagai syahid, Panji Gumilang mengajak jamaah untuk melaksanakan salat jenazah bersama di masjid tersebut.
Tewas dalam Serangan Udara
Sebagai informasi, Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, yang kemudian memicu masa berkabung nasional di Iran.
Stasiun penyiaran negara Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting, melaporkan bahwa pemimpin tertinggi Iran tersebut telah wafat. Laporan itu juga dikutip oleh CNN pada Minggu (1/3/2026).
Konfirmasi serupa turut disampaikan sejumlah media utama di Iran. Media internasional Al Jazeera melaporkan kantor berita Iran seperti Tasnim News Agency dan Fars News Agency juga membenarkan kabar wafatnya Ali Khamenei dalam operasi militer besar yang menyasar pusat pertahanan di Teheran.
Sementara itu, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memasuki hari ketujuh pada 6 Maret 2026. Intensitas serangan militer dari Amerika Serikat dan Israel dilaporkan terus meningkat, sementara serangan balasan dari Iran mulai menurun.
Menurut militer Amerika Serikat, serangan rudal balistik Iran menurun sekitar 90 persen dan serangan drone turun sekitar 83 persen dibandingkan dengan hari-hari awal konflik. Meski demikian, operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dilaporkan masih terus diperluas.
Di sisi lain, Israel juga memperluas operasi militernya ke Lebanon, khususnya di wilayah selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kelompok Hezbollah yang didukung Iran.
Konflik tersebut juga mulai menyeret sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Iran dilaporkan meluncurkan serangan drone dan rudal ke beberapa negara Teluk seperti Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan Kuwait. Namun sebagian besar serangan tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Konflik berkepanjangan ini turut memicu ketidakstabilan ekonomi dan krisis kemanusiaan di kawasan. Pasar keuangan global sempat terguncang, sementara harga minyak dunia melonjak tajam akibat kekhawatiran terganggunya pasokan energi dari Timur Tengah. (*)
Editor: Zein AF




