SUBANGPOST.COM – Aksi heroik Kepala Desa Legonkulon, Nahrudin, viral di media sosial setelah rekaman video dirinya mengejar terduga pelaku curanmor dengan sepeda motor di Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang.
Aksi berani Nahrudin itu sontak menuai perhatian publik dan pujian warganet, lantaran dinilai mencerminkan keberanian serta kepedulian seorang pemimpin desa terhadap keamanan lingkungan.
Peristiwa menegangkan itu terjadi pada Rabu siang (21/1/2026), sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Nahrudin tengah beristirahat di teras rumahnya ketika seorang warga bernama Tatang datang melapor.
Tatang menyebut ada seorang pria mencurigakan yang membawa kabur sepeda motor milik orang lain dan melaju kencang ke arah utara.
Mendapat laporan tersebut, Nahrudin langsung bereaksi cepat. Tanpa sempat berganti pakaian dan hanya mengenakan kaos dalam, ia bersama Tatang segera memacu sepeda motor untuk mengejar terduga pelaku.
Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan, menyusuri jalan desa hingga akhirnya pelaku berhasil dihentikan di Dusun Anjun.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung bergerak cepat mengejar pelaku sampai akhirnya bisa kami cegat di wilayah Desa Mayangan,” ujar Nahrudin saat menceritakan kronologi kejadian tersebut.
Situasi di lokasi sempat memanas setelah warga mulai berdatangan. Menyadari potensi terjadinya aksi main hakim sendiri, Nahrudin bersama perangkat desa dan warga setempat bertindak sigap dengan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
“Pria tersebut langsung kami serahkan ke Polsek Legonkulon agar diproses sesuai hukum, sekaligus untuk mengantisipasi amukan massa yang mulai berkumpul,” tambahnya.
Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Legonkulon, di bawah naungan Polres Subang, untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap motif serta kemungkinan keterlibatan jaringan lain.
Pasca-viral, keluarga terduga pelaku menyampaikan klarifikasi melalui video. Keluarga asal Palabuhanratu itu meminta maaf dan menjelaskan bahwa pelaku memiliki gangguan kejiwaan serta masih menjalani proses pemulihan. (*)
Editor: Zein AF





