SUBANGPOST.COM – Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari mengungkapkan sejumlah persoalan krusial dalam pengembangan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI, Senin (13/4/2026).
Qodari menyebutkan, terdapat tiga isu utama yang menjadi kendala, yakni aspek lahan, permodalan, dan model bisnis. Temuan tersebut didasarkan pada hasil pengecekan langsung Tim Kantor Staf Presiden (KSP) secara incognito pada 19–20 Desember 2025 di sejumlah wilayah, meliputi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
“Dari 5 lokasi di 3 provinsi, program belum didukung ekosistem kebijakan yang memadai dengan tiga isu utama, lahan, permodalan dan model bisnis,” kata Qodari dikutip detikfinance.com, Senin (13/4/2026).
Ia menyebut seluruh koperasi belum memiliki lahan yang clean and clear, serta masih menempati aset tanpa dasar hukum yang jelas, sehingga berisiko secara audit dan menghambat pembiayaan,
Berdasarkan hasil peninjauan di lima lokasi pada tiga provinsi tersebut, program Kopdes Merah Putih dinilai belum didukung oleh ekosistem kebijakan yang memadai.
Selain itu, pengadaan lahan, khususnya di wilayah perkotaan, menjadi tantangan signifikan dalam percepatan pembangunan gerai koperasi.
Dari target pembangunan sekitar 80.000 hingga 83.000 unit Kopdes Merah Putih, saat ini baru sekitar 4.000 gerai yang telah rampung sepenuhnya, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pembangunan maupun persiapan.
Qodari merinci, dari total target tersebut, sebanyak 50.000 titik lahan telah teridentifikasi. Dari jumlah itu, sekitar 34.000 unit tengah dalam proses pembangunan fisik, sedangkan 4.000 unit lainnya telah selesai 100 persen.
Dengan capaian tersebut, pemerintah memprediksi target pembangunan gerai permanen Kopdes Merah Putih hingga Maret 2026 belum dapat terpenuhi sepenuhnya sesuai rencana awal. Qodari menyatakan, indikasi keterlambatan tersebut sebenarnya telah terdeteksi sejak akhir 2025.
“Pada Desember kami sudah melihat bahwa target Maret kemungkinan sulit tercapai, dan pada awal April ini terbukti bahwa capaian tersebut memang belum dapat direalisasikan secara penuh,” ujarnya.
SZ




