SUBANGPOST.COM – Rapat redaksi dan wartawan Media Duta Indonesia (MDI.NEWS) digelar sebagai upaya koordinasi dan evaluasi internal, Senin (30/3/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Ketua Umum Asistensi Media Nasional (AsMEN), Muhammad Ilyas, bersama Abdul Haris.
Rapat berlangsung di Studio AsMEN, Jalan Puncak Cikunir, Jakasampurna, Kota Bekasi, dan dihadiri Pemimpin Redaksi MDI.NEWS Maman Nuriman, Komisaris PT PUN, Direktur Utama, serta jajaran wartawan.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi sekaligus merumuskan langkah strategis pengembangan media.
Dalam arahannya, Muhammad Ilyas menegaskan bahwa MDI.NEWS merupakan media yang berperan penting dalam mengiringi perjalanan organisasi, khususnya di wilayah DKI Jakarta.
Ia menjelaskan, sejak awal pembentukan, media diposisikan sebagai penopang utama organisasi sekaligus sarana penyampaian informasi kepada publik.
“Media harus mampu menjaga keseimbangan informasi di tengah masyarakat, bukan justru memperkeruh keadaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, MDI.NEWS sejak awal diarahkan untuk menghadirkan pemberitaan yang positif, membangun, dan inspiratif. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penyaringan informasi agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi organisasi.
Ilyas juga menyoroti masih adanya anggota yang belum terbuka terhadap media internal. Menurutnya, media justru berfungsi sebagai pelindung sekaligus sarana klarifikasi terhadap informasi yang berpotensi merugikan organisasi.
Sementara itu, Direktur Utama PT PUN Abdul Haris yang juga menjabat Wakil Ketua Umum II AsMEN menekankan pentingnya profesionalisme dalam kerja jurnalistik. Ia menyebut MDI sebagai media yang telah memiliki perjalanan panjang lebih dari satu dekade.
“Sejarah panjang ini harus menjadi bahan evaluasi untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan ke depan,” katanya.
Abdul Haris juga mengingatkan seluruh wartawan untuk menjunjung tinggi etika jurnalistik dan menghindari praktik tidak etis, seperti meminta imbalan kepada narasumber.
“Perbedaan kita dengan media lain harus terlihat dari etika, integritas, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik,” tegasnya.
Ia mendorong wartawan MDI.NEWS untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta memahami kode etik secara menyeluruh. Selain itu, ia menekankan pentingnya legalitas dan verifikasi media di Dewan Pers guna meningkatkan kredibilitas.
Dalam aspek pengembangan, Abdul Haris menyampaikan bahwa MDI memiliki peluang besar menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah maupun swasta, termasuk melalui LPSE dan INAPROC.
Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut harus dilakukan secara etis, profesional, dan mampu mendukung keberlangsungan perusahaan media.
Menutup arahannya, Abdul Haris berharap MDI.NEWS dapat terus berkembang menjadi media arus utama yang kuat, berintegritas, dan berdaya saing tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya sistem kerja sama yang mampu memberikan kesejahteraan bagi wartawan melalui skema penghasilan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Imam Setiadi




