Rabu, Maret 18, 2026
spot_img
spot_img

Berita Video

Top News

Nasional

Masyarakat Sambut Positif Dibangkitkannya Kembali Kesenian Tradisional Sunda

spot_img

SUBANGPOST.COM – Beberapa kesenian tradisional Sunda saat ini semakin jarang dipertunjukkan di daerah-daerah Jawa Barat karena tergeser oleh hiburan modern, kurangnya regenerasi seniman, atau perubahan fungsi sosial dari ritual menjadi sekadar tontonan.

Karenanya, penanaman kearifan lokal budaya Sunda yang memegang teguh kepercayaan leluhur dan nilai-nilai sosial, seperti gotong royong dalam upacara adat, perlu dibangkitkan lagi untuk menjaga keharmonisan di masyarakat.

Penyerahan penghargaan kepada seniman Subang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam melestarikan seni dan budaya Sunda di tengah modernisasi.

Inilah yang dilakukan Seniman Sunda Bangkit (SSB) baru-baru ini di Kampung Adat Banceuy, Kabupaten Sumedang dengan menggelar acara “Ngabuburit Bareng” yang disertai pagelaran seni budaya khas Subang.

Melalui acara ini, mereka ingin membangkitkan kembali seni tradisional Sunda di kalangan masyarakat Jawa Barat, khususnya kepada generasi muda untuk menjembatani kesenjangan antara modernitas dan pelestarian budaya.

Dalam acara tersebut berbagai budaya dan musik-musik tradisional Sunda pun diperkenalkan. Di antaranya, pagelaran seni Subang yaitu Toleat, yang merupakan produk budaya masyarakat Subang yang notabene merupakan cerminan nilai-nilai dan norma-norma sosial budaya masyarakat seni dan pendukungnya.

Seniman Sunda Bangkit (SSB) menunjukkan kepedulian mereka terhadap masyarakat melalui acara “Ngabuburit Bareng” di Kampung Adat Banceuy, Kabupaten Sumedang, dengan membangkitkan kembali kesenian tradisional Sunda yang hampir punah.

Selain itu juga ada peragaan tradisi Mandi Koneng dan Nadran. Tradisi ini menunjukkan dua bentuk kearifan lokal di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, yang memiliki makna penyucian diri, baik secara fisik maupun spiritual serta penghormatan terhadap alam dan budaya.

Tidak hanya itu, Seniman Gembyung Kampung Adat Banceuy juga menyajikan lagu-lagu Buhun Sunda yang hampir punah saat ini. Lagu ini merupakan jenis kesenian musik atau sastra kuno peninggalan leluhur masyarakat Sunda, yang bernuansa magis, sakral, atau tradisional dengan ritual adat. Kemudian, ada pertunjukan Tari Break-pong Leungiteun, sebuah tarian yang mengangkat tema lungkungan dan Sumber Daya Alam.

Baca Juga  Borong UMKM, Pj Kades Sumberjaya di Bekasi Bagikan Takjil Gratis untuk Warga

Ratusan masyarakat, baik dari warga Banceuy dan desa lainnya terlihat berduyun-duyun datang ke acara ini. Mereka terlihat sangat antusias dan menyambut positif terhadap adanya acara seperti ini.

Ogi SOS, komedian senior asli Jawa Barat, yang hadir pada acara ini mengaku bangga dengan hasil kerja para seniman senior Sunda yang peduli terhadap kelestarian seni tradisional Sunda.

”Acara-acara seperti ini sangat bagus untuk tetap mempertahankan seni tradisional yang merupakan warisan leluhur,” ujarnya.

Menurutnya, memperkenalkan kembali kesenian tradisional Sunda sangat krusial di era modern ini untuk mencegah kepunahan warisan budaya akibat era globalisasi. Katanya, upaya ini penting untuk mempertahankan identitas nasional, memperkuat jati diri generasi muda, dan menanamkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong dan keharmonisan hidup yang terkandung dalam budaya Sunda.

Baca Juga  Masuk Musim Tanam, 200 Ton Pupuk NPK Disalurkan ke Karawang

“Jadi, acara ini perlu untuk menggiatkan para budayawan seniman terutama yang ada di daerah, termasuk di Kampung Adat Banceuy ini.  Ini merupakan suatu gerakan bagaimana caranya para kawula muda, para sineas, para seniman untuk mengangkat kembali tradisi yang sudah tua agar bisa diregenerasi kepada anak-anak muda,” katanya.

Bahkan, dia berharap kesenian tradisional Sunda itu bisa dikenal sampai ke mancanegara. “Jadi, kita harus tetap berusaha bagaimana caranya yang namanya seni tradisional Sunda ini bisa melekat di hati para generasi muda. Sebab, kalau tidak dilakukan dari sekarang, mau seperti apa kesenian Sunda ini 5 atau 10 tahun yang akan datang,” tukasnya.

Sambutan positif lainnya juga diutarakan komedian senior asal Jawa Barat lainnya, Ki Daus, yang juga hadir di acara ini. Dia mengatakan acara ini juga sangat penting untuk lebih mempererat tali silaturahmi antar seniman dan budayawan.

“Selain itu, juga untuk lebih memperkenalkan budaya-budaya Sunda kepada kaum generasi muda agar tidak melupakannya,” ucapnya.

Tokoh Adat Kampung Banceuy, Odang, sangat menyambut baik acara yang membangkitkan kembali seni dan budaya Sunda seperti ini. Menurutnya, memperkenalkan kembali seni tradisional Sunda ini akan membuat generasi muda memahami akar budaya mereka dan bangga akan warisan leluhur.

“Adapun dengan adanya kegiatan ini supaya ke depan, apa yang telah kami pertahankan dari budaya-budaya Sunda ini bisa bangkit kembali, bahkan bisa dikenal juga oleh khalayak luar,” cetusnya.

Apalagi, lanjutnya, Kampung Adat Banceuy ini sudah menjadi salah satu daerah wisata. Makanya, katanya, dengan adanya acara seperti ini merupakan kesempatan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak muda agar ada rasa memiliki, sehingga mereka semakin kuat dan ingin belajar mengenai seni tradisional Sunda yang menjadi warisan leluhurnya.

“Jadi, kita ingin menanamkannya kepada generasi selanjutnya,” ungkapnya.

Ibu Teti Sukayeti, penduduk asli Kampung Adat Banceuy, di tempat acara juga menyatakan kegembiraannya. Menurutnya, dengan adanya acara ini, dia bisa melihat secara langsung kesenian tradisional Sunda yang sudah lama tidak dipertunjukkan.

“Bagi kami warga masyarakat Banceuy merasa bahagia. Selain bisa bersilaturahmi dengan para artis-artis Sunda, kami juga sudah lama tidak melihat pertunjukan-pertunjukan kesenian asli tradisional Sunda,” tuturnya.

Karenanya, dia berharap melalui acara ini para pemuda di Kampung Adat Banceuy bisa tetap melestarikan seni dan budaya Sunda ke depannya. “Mudah-mudahan, sesudah adanya acara ini, ke depannya seni tradisional Sunda ini bisa lebih maju dan sukses,” katanya.

Sebagai Ketua Karang Taruna Kampung Adat Banceuy, Dhani Saikul Nurochmat, juga menyambut baik acara ini. Apalagi, menurutnya, seni tradisional Sunda pada eranya sekarang ini sudan semakin terkikis, terutama di kalangan generasi muda.

“Makanya dalam event-event seperti ini  sangat dibutuhkan. Karena memang di sini kita sebagai generasi muda bisa diingatkan bahwasanya ada budaya kita yaitu budaya Sunda yang memang harus tetap dijaga dan dilestarikan. Jadi, saya sebagai generasi muda sangat senang dengan acara-acara seperti ini,” tegasnya.

Camat Ciater, Alex Nursaslam, yang hadir di acara ini juga memberikan respon yang sama. Dia mengatakan menyambut baik acara ini karena bisa memberikan motivasi kepada generasi-generasi muda pentingnya untuk melestarikan seni tradisional Sunda.

“Jadi, anak anak muda diharapkan sadar akan seni daerahnya sehingga tidak hilang oleh pengaruh globalisasi dan era digitalisasi. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi untuk generasi-generasi muda, yang seniman muda, usaha-usaha muda, punya peranan yang luar biasa untuk melestarikan seni tradisional Sunda yang menjadi warisan para leluhur,” katanya. (*)

Editor: Zein AF

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

Subang Update

Peristiwa

KRIMINAL