Jumat, Maret 27, 2026
spot_img
spot_img

Berita Video

Top News

Nasional

Ketum AsMEN: Spirit Ramadhan Harus Terus Bertumbuh Sepanjang Waktu

spot_img

KOTABEKASI | SUBANGPOST.COM – Bulan suci Ramadhan memang telah berlalu beberapa hari lalu. Namun demikian, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tidak seharusnya ikut berakhir. Justru, semangat Ramadhan diharapkan terus hidup dan tumbuh dalam keseharian umat Muslim, sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik pasca ibadah puasa.

Harapan tersebut disampaikan Ketua Umum (Ketum) Asistensi Media Nasional (AsMEN), Nurkholis CPLA, saat dijumpai tim Subang Post di Kantor Sekretariat DPP AsMEN, Jalan Puncak Cikunir No.14 Jakasampurna Kota Bekasi, pada Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, setiap Muslim hendaknya mampu menjadi “Alumni Ramadhan” yang tidak sekadar menjalankan ibadah secara ritual, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai spiritual yang telah ditempa selama bulan suci ke dalam kehidupan nyata.

- Advertisement -
Baca Juga  Gugur dalam Tugas Pengamanan Mudik, Brigadir Fajar Permana Dapat KPLB Anumerta

“Spirit Ramadhan harus terus bertumbuh sepanjang waktu. Sebagai jurnalis, kita dituntut untuk mampu menahan diri sebagaimana saat berpuasa. Menahan diri agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang provokatif, hoaks, maupun yang mengandung unsur diskriminatif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengalaman spiritual selama Ramadhan seharusnya melahirkan perubahan karakter yang nyata. Tidak hanya lebih baik secara personal, tetapi juga lebih beradab dalam bersikap serta memiliki kepedulian sosial yang lebih tinggi terhadap sesama.

Baca Juga  Safari Ramadan, Pj Kades Sumberjaya di Bekasi Santuni Anak Yatim dan Dhuafa di Yayasan HAM

“Setelah menjalani ibadah puasa dengan segala prosesnya, kita diharapkan mampu tampil sebagai pribadi yang baru—lebih matang secara emosi, lebih bijak dalam menyikapi keadaan, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar,” tambahnya.

Ia pun mengibaratkan proses tersebut layaknya metamorfosis kepompong yang bertransformasi menjadi kupu-kupu. Sebuah proses yang tidak instan, namun menghasilkan keindahan dan nilai yang lebih tinggi.

“Seperti halnya kepompong, setelah melalui proses panjang, ia berubah menjadi kupu-kupu, makhluk yang indah dan disukai banyak orang. Begitu pula kita manusia, Ramadhan adalah proses pembentukan diri menuju pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Imam Setiadi

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

Subang Update

Peristiwa

KRIMINAL