Jumat, Februari 6, 2026
spot_img
spot_img

Berita Video

Top News

Nasional

Kades Jayamukti Pimpin Pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia ASRI

spot_img

SUBANGPOST.COM – Pemerintah Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, yang dipimpin langsung Kepala Desa Surjaya, berperan aktif dalam menyukseskan program Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di jalan utama ruas Blanakan–Ciasem, Kamis (5/2/2026).

Program tersebut merupakan instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan mencakup membersihkan ranting pohon, semak belukar, dan sampah yang menumpuk di bahu jalan dan saluran air di sepanjang jalan utama ruas Blanakan- Ciasem.

Warga bersama aparat desa, TNI–Polri, dan kader PKK bergotong royong membersihkan bahu jalan dan saluran air di ruas Blanakan–Ciasem dalam rangka Gerakan Indonesia ASRI, sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. (Foto: subangpost.com/Kunadi)

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Blanakan bersama unsur Forkopimcam. Turut terlibat unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT, RW, LPM, Poldes, Satgas, serta kader PKK dari pemerintah desa se-Kecamatan Blanakan.

Kepala Desa Jayamukti, Surjaya, mengatakan aksi gotong royong tersebut melibatkan unsur pemerintah desa, aparat keamanan, serta masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Masyarakat, aparat desa, TNI–Polri, dan kader PKK bahu-membahu membersihkan bahu jalan dan saluran air di ruas Blanakan–Ciasem dalam Gerakan Indonesia ASRI, untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman. (Foto: subangpost.com/Kunadi)

“Aksi gotong royong ini melibatkan unsur pemerintah desa, aparat keamanan, serta masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan,” ujar Surjaya saat memimpin jajarannya dalam kegiatan tersebut.

Ia menambahkan, instruksi tersebut juga melibatkan berbagai instansi dan elemen masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Melalui kegiatan itu, Pemerintah Desa Jayamukti berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.

Baca Juga  Jalan Rusak di Desa Jayamukti Segera Diperbaiki, Warga Menyambut Antusias

Camat Blanakan, Cucu Wayu, dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa kegiatan Gerakan Kebersihan Serentak merupakan tindak lanjut dari taklimat Presiden Republik Indonesia pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 terkait peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

“Gerakan tersebut menjadi langkah nyata untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan sehat, sekaligus sebagai upaya mencegah potensi bencana seperti banjir dan wabah penyakit. Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” ujar Camat dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

Ia berharap seluruh instansi, pemerintah desa, serta masyarakat dapat berpartisipasi aktif dengan mengikutsertakan peserta dan membawa peralatan kebersihan. Hal tersebut, kata dia, merupakan bentuk kepedulian bersama dalam mewujudkan lingkungan Kecamatan Blanakan yang aman, sehat, bersih, dan indah.

Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Gerakan Indonesia ASRI sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.

“Resik saya tanya artinya apa? Artinya bersih, tertib, dan sebagainya. Ini hanya suatu katakanlah nama, tapi wujudnya tadi, semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah tidak apa-apa. Pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan ribuan, cepat itu,” ujar Presiden di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Baca Juga  Bupati Subang Hadiri RANS Carnival, Raffi Ahmad Meriahkan Alun-Alun Kota

Presiden menilai persoalan sampah telah menjadi masalah krusial di berbagai daerah. Dalam taklimatnya, Kepala Negara memaparkan hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028.

“Sampah ini menjadi masalah. Diproyeksi hampir semua TPA akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini. Selain itu, Presiden menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah, dalam mengatasi permasalahan sampah.

“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung. Ini 34, kita segera mulai. Begitu ada anggaran, kita arahkan ke sini juga. Bagaimana kita mau jual, kita mau harapkan pariwisata, kalau lingkungan kita tidak benar, jorok, kotor,” ujar Presiden.

Kunadi

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

Subang Update

Peristiwa

KRIMINAL