Rabu, Maret 11, 2026
spot_img
spot_img

Berita Video

Top News

Nasional

Demo Ricuh di Banjarnegara, Kades Hoho Mengaku Dikeroyok Massa

spot_img

SUBANGPOST.COM – Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf, mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang usai aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Kantor Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (11/3/2026).

Informasi tersebut dikonfirmasi media radarsurabaya.id pada Rabu (11/3/2026). Insiden itu terjadi ketika Hoho hendak meninggalkan kantor balai desa setelah berlangsungnya aksi demonstrasi yang diikuti ratusan anggota LSM.

Dilansir radarsurabaya.id, aksi demonstrasi awalnya berlangsung tertib, namun situasi memanas ketika massa mulai mendesak pemerintah desa agar proses penjaringan perangkat desa dibatalkan.

Melalui media sosial pribadinya, Welas Yuni Nugroho menyebut dirinya diserang oleh sejumlah orang dari kerumunan massa hingga kacamata yang dikenakannya pecah dan pakaiannya robek.

Baca Juga  Dulu Tak Diperhitungkan, Kini Nama Tri Adhianto Masuk dalam Sejarah Kepemimpinan Kota Bekasi

“Saya hendak keluar dari balai desa, tetapi langsung diserang dan dikeroyok. Kacamata saya pecah dan baju saya robek,” ujar Hoho dalam unggahan yang kemudian viral di media sosial.

Hoho juga menyoroti sikap aparat keamanan yang dinilai kurang sigap dalam mengendalikan situasi. Ia menilai aparat kepolisian yang berada di lokasi tidak memberikan perlindungan maksimal saat kericuhan terjadi.

Ia bahkan berencana melaporkan oknum aparat yang bertugas saat kejadian tersebut ke Propam Mabes Polri.

“Aksi demonstrasi tersebut dipicu oleh kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos dalam proses penjaringan perangkat desa,” tambahnya.

Baca Juga  Dulu Tak Diperhitungkan, Kini Nama Tri Adhianto Masuk dalam Sejarah Kepemimpinan Kota Bekasi

Massa menuntut hasil seleksi perangkat desa dibatalkan dan diulang, namun pemerintah desa menolak karena proses penjaringan dinilai telah sesuai prosedur.

Hoho menegaskan tidak akan membatalkan hasil seleksi perangkat desa hanya karena tekanan dari pihak tertentu. “Proses penjaringan perangkat desa sudah sesuai mekanisme. Tidak mungkin dibatalkan hanya karena tekanan,” tegasnya.

Insiden dugaan pengeroyokan terhadap Welas Yuni Nugroho ramai menjadi perbincangan di media sosial, sementara pihak kepolisian hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. (SZ)

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

Subang Update

Peristiwa

KRIMINAL