SUBANGPOST.COM — Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Jawa Barat secara resmi menetapkan Daniel Mutaqien sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat periode 2026-2031 melalui mekanisme aklamasi, Kamis (2/4/2026).
Penetapan tersebut terjadi setelah pesaingnya, Ahmad Hidayat, mengundurkan diri dari bursa pencalonan, sehingga forum sidang pleno secara bulat mengerucut pada satu nama.
Dinamika forum yang semula berlangsung alot akhirnya bermuara pada konsensus politik yang menegaskan soliditas internal partai.
Dukungan terhadap Daniel sebelumnya telah menguat dengan sokongan dari 22 pengurus tingkat II kabupaten/kota se-Jawa Barat, yang menjadi fondasi kokoh dalam mengantarkannya menuju kursi kepemimpinan.
Forum Musda dibuka oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham, yang hadir mewakili Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
“Musda bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi dan peran Golkar Jawa Barat di panggung politik nasional,” kata Idrus dikutip dari deskjabar.com, Kamis (2/3/2026).
Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum agar seluruh kader tetap berada di garis terdepan dalam mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Golkar harus tampil sebagai kekuatan politik yang mampu menjelaskan kebijakan pemerintah kepada masyarakat, mulai dari sektor ketahanan pangan, energi, hingga penguatan UMKM dan koperasi,” tambah Idrus.
Di tengah jalannya Musda, situasi sempat diwarnai aksi demonstrasi oleh sejumlah massa dari organisasi masyarakat dan LSM di depan lokasi acara di kawasan Hotel Trans Luxury Bandung. Aksi tersebut menyuarakan kritik terhadap dugaan kejanggalan dalam mekanisme internal Musda.
Koordinator aksi, Ahmad Sodikin, menyatakan bahwa pihaknya menilai terdapat persoalan dalam proses organisasi, khususnya terkait penetapan keanggotaan yang dinilai tidak berjalan sesuai aturan.
“Kami melihat ada sejumlah kejanggalan dalam mekanisme internal, terutama dalam penetapan keanggotaan,” ujarnya.
Meski demikian, massa menegaskan bahwa aksi tersebut tidak bertujuan menggagalkan pelaksanaan Musda, melainkan sebagai bentuk masukan agar proses politik internal berjalan lebih transparan.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Jawa Barat sebelumnya, Ace Hasan Syadzily, memastikan tidak kembali mencalonkan diri karena tengah mengemban tugas negara sebagai Gubernur Lemhannas.
Dengan penetapan secara aklamasi ini, Daniel Mutaqien resmi menjadi nahkoda baru Golkar Jawa Barat. Keputusan tersebut mencerminkan kuatnya konsensus dan dukungan kader di berbagai daerah, sekaligus menandai babak baru konsolidasi partai di provinsi dengan basis pemilih terbesar di Indonesia.
SZ




