Selasa, Februari 24, 2026
spot_img
spot_img

Berita Video

Top News

Nasional

Buntut Dugaan Penghinaan Profesi Jurnalis, Puluhan Wartawan Demo Kampus Unsika

spot_img

SUBANGPOST.COM – Puluhan wartawan dari berbagai media menggelar aksi unjuk rasa di Kampus Universitas Singaperbangsa Karawang, Senin (23/2/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut klarifikasi atas dugaan pengusiran dan penghinaan terhadap wartawan saat menjalankan tugas peliputan.

Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang, Syuhada Wisastra, memimpin aksi di barisan terdepan. Ia mengecam keras dugaan perlakuan tidak etis yang diterima rekannya.

“Kami datang untuk mencari berita dengan prosedur yang benar dan melakukan klarifikasi secara santun. Namun yang kami terima adalah pengusiran dan kata-kata merendahkan,” ujar Syuhada dalam orasinya dikutip lintaskarawang.com, Senin (23/2/2026).

Syuhada menuturkan, seorang staf kampus diduga menyebut wartawan dengan kata-kata kasar, termasuk “goblok”.Menurut Syuhada, insiden ini bukan sekadar konflik personal, melainkan pelecehan terhadap profesi jurnalistik yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Apakah ini mencerminkan orang berpendidikan? Etika akademik di mana? Kampus adalah rumah ilmu, bukan tempat arogansi!” tegas Syuhada, disambut sorakan dukungan para wartawan yang hadir.

Baca Juga  Bupati Karawang Jenguk Balita Korban Penganiayaan di Kamar Hotel, Minta Pelaku Dihukum Maksimal

Syuhada juga menyoroti sikap pimpinan kampus. Ia menyatakan Rektor Unsika telah menyampaikan permintaan maaf, tetapi pernyataan lanjutan dianggap tidak tegas sehingga menimbulkan tafsir berbeda di publik.

“Kalau Rektor tidak bisa mengoreksi stafnya, lebih baik mundur. Ini soal wibawa institusi dan penghormatan terhadap profesi,” tambahnya.

Dalam aksi tersebut, Syuhada mewakili para wartawan menyampaikan tiga tuntutan utama, yaitu permintaan maaf terbuka, evaluasi terhadap staf yang terlibat, dan komitmen kampus untuk menghormati kebebasan pers.

Insiden dugaan penghinaan bermula ketika wartawan dari onediginews.com mencoba mengonfirmasi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Tahun Anggaran 2023-2024 kepada staf Humas Unsika berinisial N.

Alih-alih memberikan klarifikasi, N menanggapi dengan sikap arogan, meragukan data BPK RI, melontarkan makian saat dihubungi via telepon, dan mengancam melarang liputan bila berita tidak dihapus. N juga menyebut wartawan “makan uang Unsika.

Aksi ini juga mendapat dukungan dan partisipasi puluhan wartawan dari Cikarang serta organisasi sejawat, seperti Aliansi Media Karawang Indonesia (AMKI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO).

Baca Juga  Demo di Lembur Pakuan, Massa Kritik Proyek Jalan dan Dugaan Intervensi di Dinas Pendidikan Jabar

Ketua Umum IWO Indonesia, Icang Rahardian, memutuskan menghentikan aksi demonstrasi yang digelar oleh seluruh anggota IWOI DPD Karawang.

Icang menekankan bahwa Unsika merupakan lembaga pendidikan yang sudah terbiasa dengan aksi mahasiswa. Ia menginstruksikan anggota untuk menunggu jadwal ulang, dengan rencana pengorganisasian personel yang lebih banyak.

“Aksi demo ini tidak perlu dilanjutkan. Ini kampus tempat mendidik mahasiswa yang terbiasa dengan aksi seperti ini. Tetap semangat! Saya dukung penuh selama tidak melanggar aturan dan undang-undang,” tegasnya dilansir metrochannel.my.id.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Unsika belum menanggapi tuntutan wartawan. Polemik ini meninggalkan pertanyaan apakah institusi akan menegakkan transparansi dan etika akademik atau membiarkan insiden ini menjadi preseden buruk bagi hubungan pers dan kampus.

Editor: Zein AF

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

Subang Update

Peristiwa

KRIMINAL