Jumat, Februari 6, 2026
spot_img
spot_img

Berita Video

Top News

Nasional

Pria di Jayamukti Depresi Berat Usai Digugat Cerai, Pemdes dan PKK Kecamatan Fasilitasi Pemulihan Mental

spot_img

SUBANGPOST.COM – Seorang pria berinisial NC (24), warga Dusun Kertamulya RT 002 RW 001, Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, mengalami gangguan kesehatan mental usai digugat cerai oleh istrinya. Ia mendapat kunjungan dari Pemerintah Kecamatan Blanakan, Kamis (5/2/2026).

Kunjungan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Blanakan, Dian Sari Ruchiat, didampingi Kepala Desa Jayamukti, Surjaya, sebagai bentuk kepedulian dan pendampingan terhadap warga yang tengah mengalami tekanan psikologis berat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Blanakan bersama Kepala Desa Jayamukti dan tim terkait saat melakukan kunjungan serta pendampingan terhadap NC, warga di Dusun Kertamulya, Desa Jayamukti, yang mengalami gangguan kesehatan mental usai digugat cerai oleh istrinya, Kamis (5/2/2026). (Foto: subangpost.com/Kunadi)

Diketahui, NC mengalami depresi setelah rumah tangganya dengan sang istri berinisial MA (21), yang baru berjalan sekitar tiga bulan, berujung pada gugatan cerai. Kondisi tersebut berdampak pada perubahan perilaku NC yang kerap tidak terkendali dan menimbulkan kekhawatiran warga sekitar.

Tekanan psikologis itu membuat kondisi emosional NC menjadi tidak stabil dan sulit mengendalikan diri dalam aktivitas sehari-hari.

Orang tua NC, Kadir, mengaku sangat cemas dengan kondisi anaknya dan berharap adanya bantuan dari warga, tokoh masyarakat, serta pemerintah agar NC dapat memperoleh penanganan yang tepat.

“Kami sebagai orang tua sangat khawatir. Kami berharap ada bantuan dan perhatian dari semua pihak supaya anak kami bisa ditangani dengan baik,” ujar Kadir.

Baca Juga  Saan Mustopa Nilai Relokasi Warga Karangligar Perlu Kajian Matang

Tokoh masyarakat setempat, Syaeful Tofik, menjelaskan bahwa keluarga dan warga telah berupaya melakukan pendekatan secara persuasif demi menjaga keamanan lingkungan.

“Perilaku NC membuat warga merasa khawatir, terutama karena tindakan spontan yang berpotensi membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain,” jelas Tofik.

Menyikapi kondisi tersebut, keluarga bersama warga dan pemerintah desa mengedepankan pendekatan kemanusiaan dengan melibatkan tokoh masyarakat serta tenaga kesehatan.

“Kami mengutamakan cara-cara kemanusiaan dan berharap ada pendampingan dari pemerintah agar yang bersangkutan mendapatkan penanganan yang layak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jayamukti, Surjaya, menyatakan bahwa pemerintah desa akan terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik.

“Kami tidak ingin persoalan ini berkembang menjadi masalah keamanan maupun stigma sosial. Pemerintah desa akan berupaya melakukan pendampingan bersama pihak kecamatan dan tokoh masyarakat agar yang bersangkutan mendapatkan penanganan yang sesuai,” ujarnya.

Ia juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan mengedepankan empati dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak menghakimi, melainkan bersama-sama membantu agar kondisi warga kami dapat pulih dan lingkungan tetap aman,” tambah Surjaya.

Baca Juga  Gempa M6,4 Guncang Pesisir Selatan Jawa, Tidak Berpotensi Tsunami

Surjaya memastikan NC mendapatkan perhatian dari pemerintah. Pihaknya akan terus memberikan pendampingan dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Ia menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Desa Jayamukti telah melaporkan kondisi NC kepada UPTD Puskesmas Cilamaya Girang, yang langsung menindaklanjuti dengan kunjungan ke rumah yang bersangkutan.

“Alhamdulillah, laporan kami langsung ditindaklanjuti oleh Bapak Heri selaku Kepala UPTD Puskesmas Cilamaya Girang dengan melakukan kunjungan ke rumah NC. Selanjutnya ditindaklanjuti oleh pihak kecamatan, perwakilan Dinas Sosial, dan Ketua PKH,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Blanakan, Dian Sari Ruchiat, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap persoalan sosial dan kesehatan mental masyarakat.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan Blanakan, khususnya PKK Kecamatan, dalam kasus NC usia 24 tahun ini, dari segi kesehatan telah dilakukan pemeriksaan dan akan ditindaklanjuti dengan rujukan ke RS Cisarua, Bandung,” ungkap Dian.

Dian berharap penanganan terhadap NC dapat segera ditindaklanjuti agar yang bersangkutan dapat kembali pulih.

“Dengan dukungan dari masyarakat, Pemerintah Desa Jayamukti, PKH, dan ikhtiar bersama ini, kami berharap yang bersangkutan dapat kembali sehat,” tutup Dian.

(Kunadi)

 

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

Subang Update

Peristiwa

KRIMINAL