SUBANGPOST.COM – Kepala Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Surjaya, memantau langsung sejumlah titik permukiman warga yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Kali Cibening, Senin (26/1/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah desa untuk memastikan kondisi warga sekaligus melihat secara langsung dampak banjir yang kembali melanda wilayah Jayamukti.
Dalam peninjauan itu, Surjaya mengunjungi permukiman warga di Dusun Kertamukti RT 01 RW 01 yang menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak banjir.
Ia menyampaikan bahwa jebolnya tanggul Kali Cibening sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat, terutama para petani yang sawahnya kembali terendam air.
“Hujan berintensitas tinggi yang terjadi sejak Kamis lalu menyebabkan tanggul Kali Cibening kembali jebol, padahal sebelumnya baru saja diperbaik,” ujar Surjaya.
Menurutnya, dampaknya utama dirasakan para petani karena lahan sawah yang baru ditanami kembali terendam banjir.
Diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Jayamukti dan sejumlah titik di Kecamatan Blanakan sejak Kamis (21/1/2026) mengakibatkan tanggul Kali Cibening tidak mampu menahan debit air.
Akibatnya, air meluap dan merendam area pertanian, permukiman warga, serta sejumlah tambak ikan.
Sedikitnya sekitar 400 hektare lahan sawah di wilayah Jayamukti bagian utara yang sebelumnya baru ditanami pascabanjir kembali terendam air.
Kondisi tersebut menimbulkan kerugian besar bagi para petani dan memperparah dampak ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dari banjir sebelumnya.
Sebagai langkah penanganan darurat, pemerintah desa bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan titik-titik penyebab banjir di sepanjang aliran Kali Cibening dan Kalimalang.
Surjaya menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar dilakukan perbaikan tanggul secara menyeluruh dan permanen guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Kunadi)




