SUBANGPOST.COM — Pemerintah Desa Jayamukti bersama warga mulai menangani jebolnya tanggul Kali Cibening di Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, yang terjadi akibat hujan berintensitas tinggi pada Kamis (22/1/2026).
Penanganan darurat dilakukan melalui kerja bakti membersihkan titik-titik penyebab banjir di sepanjang aliran Kali Cibening dan Kalimalang.
Pembersihan difokuskan pada area sekitar jembatan Jalan Lipo yang mengalami amblas, tembok jembatan menuju kawasan wisata Buaya Blanakan, serta area di depan pintu Kalimalang menuju Kali Blanakan yang menjadi lokasi penambatan perahu nelayan.

Kegiatan kerja bakti tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Jayamukti, Surjaya, dan melibatkan perangkat desa serta masyarakat setempat pada Sabtu (24/1/2026).
Surjaya menjelaskan, hasil identifikasi di lapangan menunjukkan jebolnya tanggul dipicu oleh banyaknya semak belukar, eceng gondok, dan tumbuhan liar yang menutup aliran air.

Selain itu, pendangkalan Kalimalang akibat sedimentasi lumpur memperparah kondisi sehingga aliran air menuju laut tersendat dan meluap ke permukiman warga.
“Pendangkalan dan tumpukan tanaman liar menyebabkan aliran air tidak lancar, sehingga saat hujan deras air meluap dan merendam permukiman,” ujarnya di sela-sela kegiatan kerja bakti, Sabtu (24/01/2026).
Ia menegaskan, pemerintah desa bersama warga telah melakukan pembersihan menyeluruh di area Kalimalang untuk memperlancar aliran air dan mencegah terjadinya banjir susulan.
Selain pembersihan, upaya penanggulangan juga dilakukan dengan memperbaiki tanggul yang amblas di sekitar jembatan Jalan Lipo, tembok jembatan menuju wisata Buaya Blanakan, serta area depan pintu Kalimalang menuju Kali Blanakan.
Surjaya menambahkan, pembersihan juga dilakukan pada saluran air di area tambak udang vaname. Menurutnya, salah satu faktor penyebab banjir adalah terhambatnya jalur aliran air menuju laut akibat saluran tambak budidaya tersebut.
“Langkah ini merupakan penanganan awal sambil menunggu tindak lanjut dan penanganan lanjutan dari pihak terkait,” tegasnya seraya menekankan keterlibatan warga menjadi faktor penting dalam penanganan awal bencana banjir.
Surjaya berharap upaya pembersihan ini dapat mengurangi risiko banjir ke depan serta mendapat perhatian pemerintah daerah untuk penanganan jangka panjang.
“Kami berharap dilakukan normalisasi dan perbaikan tanggul secara permanen agar kejadian serupa tidak terus terulang, terutama saat curah hujan tinggi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Kunadi
Editor: Zein AF





