Minggu, Mei 3, 2026
spot_img
spot_img
Memuat berita terbaru...

Berita Video

Top News

Nasional

Pascainsiden Bekasi Timur, Maska Desak PT KAI Diaudit

SUBANGPOST.COM – Desakan keras untuk membenahi sistem keselamatan perkeretaapian nasional mencuat usai insiden kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, awal pekan ini.

Ketua Masyarakat Kereta Api Indonesia (Maska) sekaligus mantan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan periode 2016–2022, Hermanto Dwiatmoko, meminta audit menyeluruh terhadap aspek prasarana, sarana, hingga sumber daya manusia (SDM) di tubuh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Baca Juga

Langkah tersebut dinilai mendesak guna memastikan sistem keselamatan benar-benar berjalan optimal, terutama setelah insiden yang kembali menyoroti kerentanan operasional transportasi rel di Indonesia.

- Advertisement -

“Saran dari kami Masta adalah segera dilakukan audit menyeluruh perasarana sarana, SDM, karena sudah ada sistem manajemen keselamatan persetabilan [SMKP], dan tiap operator wajib menyusun SMKP,” kata Hermanto dalam diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Ia menegaskan bahwa audit harus menyentuh seluruh aspek teknis dan perencanaan ke depan, termasuk memastikan kelayakan fasilitas yang masih digunakan.

Baca Juga  Kunjungi Gudang Bulog Karawang, Mentan Sebut Stok Beras Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah

“Di situ ada apa saja yang harus dilakukan, dilengkapi rencananya ke depan bagaimana itu yang perlu di audit dicek kembali apakah yang kondisinya masih layak,” jelasnya.

Baca Juga

- Advertisement -

Tak hanya soal audit, Hermanto juga menyoroti persoalan mendasar yang dinilai selama ini luput dari perhatian: rendahnya pemanfaatan teknologi otomatis dalam sistem operasional kereta api nasional. Ia menyebut, hingga kini sistem masih sangat bergantung pada kemampuan visual masinis.

“Masinis di PT KAI itu adalah semata-mata mengandalkan mata saja, [mata] manusia. Jadi, mata slip sedikit, lewat. Karena enggak ada pembantu,” sorotnya.

Menurutnya, teknologi keselamatan modern seperti Automatic Train Protection (ATP), Automatic Train Operation (ATO), hingga Automatic Train Control (ATC) sejatinya telah menjadi standar di banyak negara. Sistem ini mampu membatasi kecepatan, mencegah pelanggaran sinyal, hingga melakukan pengereman otomatis saat kondisi darurat.

Hermanto menjelaskan, tingkat otomatisasi perkeretaapian secara global dibagi dalam beberapa level atau Grade of Automation (GoA). Saat ini, sistem yang digunakan KAI masih berada di level paling dasar, yakni GoA 0, yang sepenuhnya bergantung pada manusia.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Raih Predikat Best Of The Best di Corporate Emission Reduction Transparency Awards 2026

Sebaliknya, moda transportasi lain di Indonesia seperti LRT dan MRT telah melangkah lebih maju dengan tingkat otomatisasi lebih tinggi, bahkan mendekati sistem tanpa masinis dengan intervensi manusia yang minimal.

Dalam klasifikasinya, GoA 0 merupakan sistem manual penuh, sementara GoA 1 mulai mengadopsi ATP sebagai proteksi dasar. GoA 2 mengintegrasikan ATO untuk mengatur operasional secara otomatis, termasuk pengereman.

Pada GoA 3, kereta dapat beroperasi tanpa masinis meski tetap membutuhkan kru untuk kondisi darurat. Adapun GoA 4 menjadi puncak otomatisasi, di mana seluruh operasional berjalan tanpa campur tangan manusia seperti yang telah diterapkan di Singapura pada sistem Skytrain Bandara Changi.

Hermanto menilai, peningkatan otomatisasi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mutlak untuk menjamin keselamatan transportasi masa depan.

“Jadi dengan meningkatnya otomatisasi, sebenernya kalau pendapat saya, semakin modern, semakin otomatis, itu semakin aman sebenernya. Kenapa? Kalau ada apa-apa otomatis berhenti,” tegasnya.

SZ

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis dari sumber yang terpercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi subangpost.com dan dapat mengalami pembaruan dan klarifikasi dari pihak terkait.
Bagikan Artikel
spot_img

Baca Juga

Artikel Lainnya

Subang Update

Peristiwa

KRIMINAL

Close