Minggu, April 26, 2026
spot_img
spot_img

Berita Video

Top News

Nasional

Tiga Raksasa Tekstil Ekspansi ke Subang, Bidik Pasar Eropa

spot_img

SUBANGPOST.COM – Tiga perusahaan tekstil terintegrasi resmi memulai pembangunan fasilitas manufaktur vertikal berskala global, menandai babak baru transformasi Indonesia dalam rantai pasok industri fesyen dunia.

Momentum strategis ini tak lepas dari peluang emas Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa (IEU-CEPA), yang mendorong perusahaan global memperkuat basis produksi di Indonesia.

Direktur PT Binkova Textiles Indonesia, Sun Jianjun, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan langkah agresif untuk memperkokoh daya saing di pasar internasional.

- Advertisement -

“Perusahaan berkomitmen menghadirkan teknologi manufaktur modern di Subang Smartpolitan guna memastikan efisiensi operasional serta ketelusuran produk yang sejalan dengan standar keberlanjutan internasional dan persyaratan perdagangan global,” ujar Sun Jianjun dikutip dari bisnis.com, Jumat (24/4/2026).

Peletakan batu pertama yang berlangsung pada 23 April 2026 menjadi tonggak dimulainya pembangunan ekosistem tekstil terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam satu kawasan.

Proyek bernilai fantastis sekitar US$60 juta ini diproyeksikan menyerap 3.000 hingga 3.800 tenaga kerja, sekaligus menciptakan efek domino ekonomi di sektor pendukung.

Tiga entitas utama yang terlibat yakni PT Binkova Textiles Indonesia pada lini pencelupan dan finishing, PT Dafei Textile Indonesia pada produksi kain tenun dan rajut, serta PT Serendipity Fashion Indonesia sebagai produsen garmen.

Baca Juga  Warga Desa Jayamukti Gelar Jumsih, Bersihkan Akses Jalan Kabupaten

Ketiganya merupakan mitra dari merek fesyen global H&M, yang membangun rantai pasok vertikal guna memenuhi skema tarif nol persen melalui mekanisme two-stage process dalam IEU-CEPA.

Fasilitas ini ditargetkan rampung pada akhir 2026 dan akan langsung menggenjot produksi untuk pasar ekspor, termasuk memenuhi permintaan H&M.

Chief Commercial Officer Subang Smartpolitan, Abednego Purnomo, menilai investasi ini sebagai bukti nyata kesiapan kawasan industri tersebut sebagai pusat manufaktur modern berorientasi ekspor.

“Kehadiran industri ini tidak hanya menyerap tenaga kerja secara langsung, tetapi juga akan menciptakan tiga sampai empat lapangan pekerjaan turunan di sektor pendukung seperti logistik, katering, hingga layanan laundry di sekitar kawasan,” jelas Abednego.

Ia menambahkan, konektivitas strategis menuju Tol Cipali serta kedekatan dengan Pelabuhan Patimban menjadi keunggulan kompetitif dalam mendukung efisiensi logistik industri.

Sementara itu, Direktur Promosi Investasi kawasan ASEAN, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik BKPM, Saribua Siahaan, berharap realisasi investasi ini menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus menopang ambisi pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen pada 2029.

Baca Juga  Ultah Perdana SPPG Jayamukti, Gelar Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

Dari perspektif industri global, Environmental Sustainability & Public Affairs Lead H&M Production Indonesia, Budiasti Wulansari, menilai integrasi produksi dalam satu kawasan merupakan lompatan besar bagi daya saing tekstil nasional.

“Model two-stage process tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya, tetapi juga memastikan pemenuhan standar keberlanjutan yang kini menjadi tuntutan utama pasar internasional,” ujarnya.

Dengan dukungan infrastruktur terintegrasi dan akses logistik strategis, Subang Smartpolitan kian mengukuhkan diri sebagai hub manufaktur ekspor masa depan.

Investasi jumbo ini diyakini akan mempertegas posisi Indonesia dalam peta rantai pasok global industri fesyen sekaligus mendongkrak nilai tambah sektor tekstil nasional.

SZ

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis dari sumber yang terpercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi subangpost.com dan dapat mengalami pembaruan dan klarifikasi dari pihak terkait.
Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

Subang Update

Peristiwa

KRIMINAL