SUBANGPOST.COM — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karawang mengunjungi Kantor DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Karawang di Perum Jasmine Village Melbourne Cluster, Karawang Timur, Selasa (2/12/2025).
Kabid Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kabupaten Karawang, Aep Saepudin, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring ke sejumlah sekretariat organisasi kemasyarakatan (ormas), termasuk organisasi pers.
“Monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh ormas terdata dan beroperasi sesuai aturan. Kami memastikan ormas berjalan tertib dan terverifikasi demi menjaga stabilitas daerah,” ujarnya.
Dalam kunjungan itu, tim Kesbangpol memeriksa keberadaan sekretariat, kelengkapan administrasi, legalitas, dan keaktifan organisasi.
Kesbangpol mengapresiasi IWOI Karawang sebagai organisasi yang dinilai aktif dan terbuka dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah.
“Sinergi dengan IWOI penting untuk menciptakan ruang organisasi masyarakat yang tertib. Tujuan kami memastikan semua ormas aktif dan berkontribusi positif bagi daerah,” kata Aep.
Aep menambahkan, Kesbangpol mencatat terdapat 487 ormas di Karawang, namun baru sekitar 60 persen yang memiliki sekretariat aktif. Karena itu, verifikasi faktual diperlukan untuk memastikan keabsahan data keanggotaan dan aktivitas organisasi.
Ketua IWOI Karawang, Syuhada Wisastra, menyambut baik monitoring tersebut. Ia menilai pembinaan dari pemerintah dapat memperkuat legalitas dan transparansi organisasi.
“Monitoring ini bentuk pengawasan dan pembinaan agar organisasi wartawan tetap sehat dan menjalankan fungsi sosialnya,” ujarnya.
Syuhada juga memaparkan sejumlah program kerja, seperti peningkatan kompetensi jurnalis, kegiatan sosial, dan persiapan Rakerda Desember 2025. Pada kesempatan itu, IWOI menyerahkan dokumen legalitas serta struktur kepengurusan kepada Kesbangpol.
“Kami siap berkolaborasi untuk mendukung kemajuan Kabupaten Karawang,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi mengenai peran pers di era digital, tantangan media online, dan pentingnya menjaga etika jurnalistik. (*)
Editor: Zein AF


