SUBANGPOST.COM – Warga Kampung Cipetir, Desa Sarireja, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, resah dengan belum keluarnya hasil uji laboratorium limbah dari sebuah peternakan ayam petelor di wilayah tersebut.
Hasil uji yang hingga kini belum diumumkan menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran terkait potensi pencemaran lingkungan.
Menurut informasi yang diperoleh SubangPost, sampel limbah telah dikirim ke laboratorium beberapa minggu lalu. Namun hingga kini, pihak peternakan belum menyampaikan hasilnya kepada publik.
“Kami sangat khawatir akan dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sampel sudah lama dikirim, tapi hasilnya belum juga keluar,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (11/11/2025).
Peternakan ayam petelor tersebut diketahui telah beroperasi selama beberapa tahun. Warga sekitar mengaku kerap terganggu oleh bau tidak sedap dan dugaan pencemaran air di lingkungan sekitar.
Seorang aktivis lingkungan, Herul, yang turut terlibat dalam proses pengambilan sampel air, menyatakan bahwa keterlambatan hasil uji ini menimbulkan tanda tanya.
“Waktu pengambilan sampel dulu, pihak laboratorium menjanjikan hasil keluar dalam dua minggu. Tapi sampai sekarang belum ada kabar. Proses pengambilan sampel juga disaksikan anggota Polres, tapi tidak ada tindak lanjut. Jadi kami bingung harus percaya kepada siapa,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak peternakan belum memberikan keterangan resmi terkait hasil uji laboratorium maupun dugaan pencemaran lingkungan yang dikeluhkan warga. (BS)


