SUBANGPOST.COM – Syaykh Al-Zaytun Dr. H.C. Abdussalam Panji Gumilang, M.P. menggagas pendirian Politeknik Al-Zaytun Indonesia Raya (AIR) dalam peringatan Milad ke-26 Ma’had Al-Zaytun, Rabu (27/8/2025). Gagasan tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diwakili Andrie Kustria Wardana, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebagai utusan Gubernur Dedi Mulyadi.
Panji Gumilang menyampaikan rencana pembangunan Politeknik AIR di Desa Sidadadi, Kecamatan Heurgelis, Indramayu, di atas lahan ratusan hektare dengan kapasitas 1.000 mahasiswa.
Setiap mahasiswa nantinya mendapat lahan praktik sekitar 1.500 meter persegi. Ia berharap perizinan pembangunan dapat segera diterbitkan pada akhir Agustus 2025.
“Mungkin akhir Agustus ini perizinan dari tingkat Jawa Barat sudah dapat ditandatangani oleh Gubernur,” ujar Panji Gumilang dikutip lognews.co.id.
Pemprov Jawa Barat melalui Andrie Kustria menyatakan dukungan terhadap program pendidikan modern yang dikembangkan Al-Zaytun, termasuk pembangunan Politeknik AIR. Namun, ia menegaskan proses perizinan tetap harus melalui mekanisme administratif sesuai aturan yang berlaku.
“Kami akan segera menyampaikan aspirasi ini kepada Bapak Gubernur. Secara prinsip pemerintah mendukung, namun mekanisme perizinan tetap harus ditempuh,” katanya.
Menurut Andrie, konsep pendidikan berbasis asrama di Al-Zaytun sejalan dengan visi pembangunan Jawa Barat, terutama program unggulan
Apa itu Politeknik “AIR”?
Politeknik Al-Zaytun Indonesia Raya (AIR) dirancang untuk mengusung konsep LSTEAM (Law, Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics). Fokus pendidikannya tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga praktik keterampilan agar lulusan siap terjun ke dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.
“Politeknik ini menjadi bagian dari mimpi besar Al-Zaytun dalam mencetak generasi mandiri dan berilmu, yang mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” demikian menurut keterangan sumber di Ma’had Al-Zaytun.
Al-Zaytun sendiri selama ini dikenal dengan sistem one-pipe education yang menghubungkan jenjang pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi. Institut Agama Islam (IAI) Al-Azis yang berada di bawah naungan Al-Zaytun juga telah memiliki sejumlah program studi terakreditasi.
Dengan hadirnya Politeknik Al-Zaytun Indonesia Raya, diharapkan model pendidikan terapan berbasis pesantren modern tersebut dapat memperluas kontribusi lembaga dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu berwirausaha dan membangun kemandirian di berbagai sektor. (*)
Editor: Sacim Zein